AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyebutkan, sesuai hasil kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tidak terjadi kematian ikan massal di Teluk Ambon Dalam akibat blooming algae atau ledakan fitoplankton, karenanya mutu ikan-ikan di Teluk Ambon Dalam sesuai pengujian organoleptic di keramba jaring apung di Teluk Ambon Dalam masih baik (nilai skor 8), sehingga ikan-ikan di Teluk Dalam aman dikonsumsi. Sebab, ledakan fitoplankton tidak timbulkan dampak negatif atau berbahaya.
“Penyebab terjadinya ledakan dipengaruhi banyak faktor yang saling berkaitan, diantaranya tinggi kandungan nutrient yang berasal dari run off seperti sampah cemaran limbah rumah tangga, cemaran limbah pertanian dan pertenakan dan serta buang limbah dari kapal-kapal yang berlabuh di Teluk Ambon Dalam,” sebut Daniel.
Dari pemantauan LIPI di tahun 2018, kata dia, ditemukan fitopklanton perairan teluk Ambon dalam kondisi aman. Namun ditemukan beberapa spesies yang berpotensi menghasilkan racun, sehingga pemantauan dilanjutkan di tahun 2019 untuk mempelajari secara detail. Dan ternyata pada Kamis (10/1/19) terjadi ledakan fitoplankton di Teluk Ambon, dan perubahan warna perairan.
“Saat ini tidak ditemukan adanya ikan atau biota perairan yang mati akibat peristiwa tersebut. Hal ini diindikasi bahwa kandungan oksigen terlarut di lokasi sekitar ledakan masih cukup dan ada kemungkinan fitoplakton ini dengan jenis Gonyalax sp ini masuk dalam kategori tidak menghasilkan racun yang dapat membunuh ikan dan biota lainnya,” katanya.
Terkait kerang-kerangan, tambah Daniel, sesuai penelitian dari Fakultas Perikanan Unpatti, ada beberapa jenis kerang-kerangan seperti bia pica belanga/ bia manis (Gafrarium tumidum), kerang dara (Anadara antiquate), bia ungu (Psammotea elongate) dan bia kodok (Metrix meretrix), mempunyai konsentrasi saksitoksin (racun pada kerang) telah melebihi ambang batas yang diizinkan sesuai standar FAO 2004. Sehingga masyarakat diminta berhati-hati mengkonsumsi jenis kerang-kerangan di Teluk Ambon Dalam. Mengingat ada kerang-kerangan mengakumalasi racun pada tubuhnya dalam jangka waktu lama. (MR-02)











Comment