AMBON,MRNews.com,- Pelantikan Penjabat Bupati Maluku Tengah (Malteng) Muhamad Marasabessy oleh Gubernur Maluku Murad Ismail di Lantai VII Kantor Gubernur, Senin (12/9) belum juga dimulai hingga pukul 16.30 WIT.
Namun orang dekat Gubernur, Ibrahim Ruhunussa sudah membuat ulah. Ulah Ruhunussa itu bermula ketika ada wartawan yang telah dibatasi peliputannya oleh Diskominfo Provinsi Maluku, hanya 20 media.
Wartawan yang tidak ada didalam daftar list peliputan masih menunggu diluar, karena kepastian meliput didalam ruangan belum jelas dari Diskominfo.
Tetiba disaat ada pembatasan wartawan, Ruhunussa dengan gagahnya keluar dari ruangan ke pintu depan yang dijaga Satpol-PP dan memerintahkan wartawan “Maluku Tengah” masuk.
“Wartawan Maluku Tengah mana?,” panggil Ruhunussa.
Panggilan Ruhunussa yang membuat pengklasifikasian itu ditentang Iwan, wartawan Mimbar Rakyat online dan wartawan lain yang dilarang masuk. Adu argumen terjadi antara wartawan dan Ruhunussa.
“Katong samua wartawan disini sama, tidak ada wartawan Maluku Tengah, keliru bicara begitu. Kalau “wartawan Maluku Tengah” dikasih masuk yah katong samua musti kasih lagi,” sebut Iwan.

Namun pernyataan tersebut tidak diterima Ruhunussa. Politisi Gerindra yang sudah nyatakan diri mundur sebagai anggota DPRD Maluku Tengah itu lantas menyebut kata “provokator” dan menunjuk wartawan Mimbar Rakyat online itu.
“Ale (wartawan) tuh provokator,” tuding mantan Ketua DPRD Maluku Tengah itu sambil menunjuk dengan nada emosi.
Ruhunussa lantas beralibi hanya memanggil “wartawan Maluku Tengah” masuk ruangan, dan karenanya wartawan diluar Maluku Tengah itu menjadi tanggungjawab provinsi.
Tindakan Ruhunussa yang menyebut wartawan “provokator” itu pun dikecam wartawan Intim News Online, Vera Renyaaan.
Baginya, Ruhunussa tidak punya hak untuk mengatur “wartawan Maluku Tengah” bisa masuk dan lainnya tidak, apalagi membuat klasifikasi. Sebab Ruhunussa bukan eksekutif apalagi orang yang punya kewenangan atur-atur media atau wartawan.
“Keterlaluan orang model macam itu. Bisa membuat klasifikasi “wartawan Maluku Tengah” dan bukan. Bahkan petugas Satpol-PP pun bisa ikut maunya Ibrahim Ruhunussa. Padahal kita tahu yang wartawan yah tetap wartawan, yang kantongi Id card pers resmi,” sesalnya. (MR-02)










Comment