AMBON,MRNews.com,- Ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini selain karena Pandemi Covid-19 tetapi juga langkanya minyak goreng sebagai kebutuhan masyarakat, maka bantuan sembako dirasakan sangat membantu dan jadi solusi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi GERINDRA Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, Hendrik Lewerissa.
Dijelaskan, kebijakan Pemerintah Indonesia yang sebelumnya sempat membatasi harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan dan Rp 11.500 per liter untuk minyak goreng curah jelas menimbulkan dampak ke masyarakat.
Pasalnya, saat minyak goreng sawit kosong, kebanyakan orang Indonesia kehilangan akses karena minyak nabati impor merupakan barang mewah yang tak terjangkau.
“Akan tetapi saat kebijakan HET minyak goreng kemasan dicabut, secara ajaib minyak goreng kemasan muncul kembali. Dengan harga naik lebih dari tiga kali lipat. Ini sungguh ironi bagi masyarakat menengah ke bawah,” terang HL.

Dikatakan, adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang mengucurkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng kepada 20,5 juta keluarga yang terdaftar dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL).
Dengan total dana yang dianggarkan untuk BLT minyak goreng sebesar Rp 6,9 triliun, bersumber dari anggaran Kementerian Sosial Rp 6,15 triliun (dana eksisting) dan TNI/Polri Rp 750 miliar (cadangan BUN).
Dimana bantuan ini akan diberikan untuk tiga bulan yakni April, Mei dan Juni, masing-masing Rp 100 ribu tiap bulannya. BLT minyak goreng akan disalurkan sekaligus di bulan April sebesar Rp 300 ribu melalui PT Pos atau TNI/Polri.
Terkini, dibeberkan HL, pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan kebijakan melarang ekspor minyak goreng, termasuk bahan bakunya yakni CPO (Crude Palm Oil) mulai Kamis 28 April 2022 sampai batas waktu yang ditentukan.
“Keputusan diambil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) setelah menggelar rapat bersama para menteri, Jumat (22/4/22). Alasannya agar pasokan minyak goreng didalam negeri kembali melimpah dan harganya murah,” tukas HL mengutip pemberitaan sejumlah media nasional.
Berangkat dari fakta itu, HL, panggilan akrab Lewerissa menyatakan, bahwa ketika daya beli masyarakat lemah karena pendapatan yang tidak bertambah bahkan cenderung menurun sedangkan harga-harga kebutuhan bahan pokok semakin hari semakin bertambah mahal.
“Dalam situasi dan kondisi yang demikian, bantuan-bantuan sembako kepada masyarakat sangat berarti untuk ringankan beban hidup mereka,” sebutnya disela-sela penyaluran 5000 sembako kepada masyarakat Maluku yang terpusat di Kota Ambon, Minggu (24/4).

Memang menurutnya, pemberian bantuan sembako bukanlah solusi yang baik karena hanya bersifat sesaat dan tidak menyelesaikan masalah.
“Seperti istilah bukan pancing yang dikasih tapi ikan yang diberikan. Namun, dalam kondisi seperti saat ini, apa yang bisa dilakukan untuk meringankan beban rakyat, lakukanlah,” kata Ketua DPD Gerindra Maluku itu.
Dalam tanggungjawab selaku wakil rakyat Maluku, HL pun menjawab masalah ekonomi yang terjadi dengan menyalurkan bantuan sembako sebanyak 5000 paket dan akan disalurkan ke seluruh simpul simpul masyarakat diseluruh wilayah di Maluku.
“Terkait penyaluran 5000 paket sembako kali ini, saya sampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Mandiri dan jajaran yang telah menyediakan bantuan tersebut. Bank Mandiri adalah salah satu mitra kerja beta selaku anggota Komisi VI DPR RI,” tandasnya.
HL juga mengapresiasi peran aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Maluku yang selama masa menjadi Anggota DPR RI sejak dilantik pada 1 Oktober 2019 lalu, sering memberi bantuan kepada masyarakat melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).
“Dalam catatan saya banyak sekali bantuan yang telah direalisasi Bank Mandiri serta BUMN lain yang ada di Maluku. Terima kasih atas peran aktif dan atensi BUMN yang ada di Maluku lewat program TJSL. Kemitraan ini harus kita jaga,” pungkas HL. (MR-02)







Comment