AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bakal memberikan penyambutan super meriah kepada penyanyi internasional asal Suriname, Oscar Harris yang akan hadir di Kota Ambon untuk perform pada event Amboina International Bamboo Music Convention dan Festival 2018, 15-17 November 2018. Selain itu, tim musisi, para ASN Pemkot, juga penggemar Oscar Harris dengan menggendari sepeda motor akan sama-sama menjemput. Hal tersebut diungkapkan Asisten II Setkot Ambon, Robby Silooy kepada wartawan di media center, Kamis (8/11/18).
“Penyambutan meriah akan diberikan kepada Oscar Harris yang direncakan tiba di Ambon pada 9 November jam 2 siang dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia. Kolaborasi Totobuang dan Hadrat menjadi bagian musik pengiring di bandara Pattimura, karena Oscar musisi jadi semua hal serba musik. Pasca di bandara, akan berkeliling melewati jalur Passo hingga masuk pusat kota. Besoknya tanggal 10 November, ada pawai bersama Oscar melewati kecamatan Nusaniwe. Jalurnya akan diatur oleh Dishub. Intinya kita dukung sepenuhnya kedatangan pelantun song for the children itu ke Ambon, sebagai upaya mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia,” tandas Silooy. 
Sementara Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies menjelaskan, Amboina International Bamboo Music Convention dan Festival 2018 pada 15-17 November 2018 adalah kegiatan/event internasional rutin yang harus dilaksanakan menuju Ambon sebagai kota musik dunia dan kali ini brandingnya musik bambu, selain bertujuan untuk pemberdayaan musik lokal/etnik. Apalagi, event ini terbantu program Indonesiana dari Kemendikbud yaitu membantu peningkatan lima kota berbudaya, Ambon salah satunya dengan mengusung musik sehingga budaya musik bambu diangkat. Dengan tujuan pelestarian hutan bambu/musik tradisi.
Lebih lanjut dijelaskan Loppies, Amboina International Bamboo Music Festival (AIBMF) 2018 menghadirkan Oscar Harris sebagai bintang tamu utama, bersama Pusakata, Barry Likumahua, Maestro Suling Nusantara dan Molucca Bamboowind Orchestra (MBO), terpusat di lapangan Merdeka, Ambon, pukul 19.00 WIT. Selain itu, ada sejumlah kegiatan yang jadi rangkaian AIBMF yakni pameran budaya 6-9 November 2018 di Tribun Lapangan Merdeka dan festival musik Hawaiian 7 November 2018 di Baileo Oikumene, kerjasama dengan balai pelestarian nilai budaya (BPNB) Maluku, pagelaran budaya 8 November 2018 di Baileo Oikumene, pertunjukan kesenian rakyat 13-17 November 2018 di Bandara Pattimura,
Ada pula, karnaval budaya 15 November 2018 terpusat di lapangan Merdeka dan mengelilingi kota Ambon, residensi dan pertunjukan kolaborasi (dalam bentuk latihan) oleh MBO dan maestro suling nusantara 15-16 November 2018 di Teater Terbuka Taman Budaya Maluku, pagelaran musik dan sastra 16 November 2018 di Teater Terbuka Taman Budaya Maluku, pameran naskah dan rekaman musik 15-17 November 2018 di lapangan Merdeka, konferensi musik internasional 15-17 November 2018 di Teater Terbuka Taman Budaya Maluku dan konferensi hutan bambu (forest for music) 17 November 2018 di Dusun Tuni.
“Musisi lokal, 3:16 band dan Harry Anggoman akan mengiringi perform Oscar Harris. Artis pendukung lainnya yaitu Berliku Fanu Rai, Joop and Friends, Booiratan, Seraphim Sanggar Waihaong, Ansambel Suling, Molukka Hip Hop Community, Tahury Family, Ghetoo Side, Fish Duo, Hukoinalo Rhytmic Beat Expo, Matahiti, Piter Slayan, Smiet Lalove, Dede Yanto dan Marsius Sitohang. Oscar juga bakal perform di Wailela Cafe pada 13 November namun diluar AIBMF. Untuk menuju Ambon kota musik dunia, semua kegiatan sifatnya internasional maka artis, penyanyi harus juga skala internasional dan festival harus rutin. Untuk bayaran Oscar Harris, sekali tampil 1500 Dollar (Rp 21 juta lebih) dikucurkan dari APBD,” beber Loppies.
Sedangkan Amboina International Bamboo Music Convention (AIBMC) 2018 tambah Loppies, terpusat di Teater Terbuka Taman Budaya Maluku, 15-17 November, dengan Keynote Speech Direktur Jenderal Kebudayaan Deputi Fasilitasi HAKI dan Regulasi BeKraf RI. Untuk convention agenda panel I yang mencakapkan tentang bambu dan musik, hadirkan Prof Ramon Santos (University of the Philippines), Dr Jack Simanjuntak (Universitas Pelita Harapan), Eko Prawoto, M.Arch (staf pengajar FAD UKDW Yogja), Maynart R.N Alfons,S.Sn (MBO). Panel II membedah Kota Musik menghadirkan, Arief Budiman (ICCN), UNESCO dan KNIU (dalam konfirmasi), Ir Ronny Loppies, M.Sc.F (AMO). Panel III, cakapkan potensi musik Kota Ambon dengan pembicara Dr.Jerry Van Harling, M.Sn dan Dr Herly Jannet Lesilolo, M.Ed (IAKN Ambon), Chrisema Latuheru,S.Sn (Pascasarjana ISI Yogja), Nyak Ina Raseuki, Ph.D (sekolah pascasarjana IKJ) dan Dr Hipolitus Kewuel, M.Hum (Kaprodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya).
“Kami mengajak semua masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon untuk saksikan dan partisipasi dalam kedua event ini. Terutama kolaborasi, penting diikuti karena ada latihan teknik yang bisa menjadi pelajaran untuk aplikasi nantinya serta festival di lapangan Merdeka, karena gratis atau tidak dipungut biaya masuk. Semua ini sebagai bentuk dukungan dan harapan kita mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia tahun 2019,” tutupnya. (MR-02)











Comment