by

Gagal Juara, Tapi Sukses Gelar PESPARANI I

-Maluku-1,403 views

AMBON,MRNews.com,- Meskipun gagal meraih juara umum dalam perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I dengan hanya meraih satu champions, tetapi provinsi Maluku, sukses dan diapresiasi seluruh peserta PESPARANI dan pemerintah pusat karena berhasil menjadi tuan rumah event umat Katolik pertama di Indonesia itu. Hal tersebut diakui sendiri oleh Ketua Umum Lembaga Pengembangan dan Pembinaan PESPARANI Katolik Nasional (LP3KN), Adrianus Meliala usai penutupan PESPARANI I kepada media ini di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (1/11/18) malam.

“Memang akan membuat sulit penyelenggara PESPARANI II, karena PESPARANI I di Maluku menjadi branch mark. Kalau patokannya sudah tinggi dan bagus begini, bayangkan kesulitan nanti penyelenggara berikutnya agar harus lebih dari ini. Saya kira, kalau standar pertama sudah luar biasa begini, rapih dan tanpa cacat meski pasti ada kurang juga. Kalau tidak standarnya lebih dari Maluku, pasti orang akan bilang mending di Maluku. Maluku telah berhasil membantu kami sebagai panitia tetap yang bekerja dari tiap PESPARANI, untuk membuat standar tinggi. Kita harapkan PESPARANI berikutnya makin bermutu. Persiapan tidak pernah bohong, karena dengan persiapan matang tentu semua rapi dan bagus. Maluku sukses meletakan dasar PESPARANI,” ujarnya.

Dalam kesempatan penutupan, Provinsi Kalimantan Timur berhasil menyabet juara umum PESPARANI Katolik Nasional Pertama dengan total perolehan poin 299 dan berhasil membawa pulang piala tetap, piala bergilir Presiden RI dan uang pembinaan senilai Rp 50 juta. Didapuknya Kaltim sebagai jawara, sesuai rincian raihan medali emas mendapat 25 poin, partisipasi dalam setiap mata lomba 2 poin, tiga champions di tiga mata lomba juga dengan 25 poin. Juara II, III, IV dan V serta semua peserta juga akan mendapat uang pembinaan yang beragam plus piagam dan sertifikat bagi tiap orang peserta.

Secara keseluruhan, untuk lomba Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak diraih DKI Jakarta, CCR Remaja Kaltim, Bertutur Kitab Suci dimenangi Kalimantan Barat (Kalbar), Mazmur Anak juga Kaltim, Mazmur Remaja DKI Jakarta, Mazmur Dewasa Nusa Tenggara Timur, Paduan Suara (PS) Anak didapat Kaltim, PS Dewasa Pria dijuarai Provinsi Maluku, PS Dewasa Wanita dimenangi DKI , PS Gregorian Anak Remaja dan PS Gregorian Dewasa dijuarai Kalbar dan PS Dewasa Campuran diraih Jawa Barat. Untuk defile kontingen terbaik diraih D.I Yogjakarta, busana terbaik defile disabet Kalimantan Utara (Kaltara). Di panggung rakyat Maluku expo, Sumatera Utara jadi kontingen terheboh, Jawa Timur terkompak, DIY kontingen ternusantara dan Kaltara jadi kontingen terkreatif.

Pada momen itu, Gubernur Maluku Said Assagaff mengaku, 34 Provinsi yang datang mendapat kesan Ambon manis dengan sikap toleransi beragama yang inklusif dan penuh kasih persaudaraan. “Dengan ini kita bukan saja menjelaskan kepada Indonesia mengenai suasana hati orang Maluku, melainkan sedang mendemonstrasi dengan jujur seluruh situasi hidup orang basudara, yang telah menjadi kekuatan besar dalam membangun kohesi antar umat beragama. Saya bersyukur umat beragama di Maluku telah cerdas. Kedepan, saya yakin Indonesia akan menjadi rumah bersama yang aman dan tentram,” ujarnya.

Event MTQ dan Pesparawi nasional yang sukses sebelumnya lanjut Assagaff, sebagai tanda pembangunan peradaban yang keberhasilannya juga karena kemuruhan Tuhan seperti tercatat dalam, Kitab Roma pasal 2 ayat 10. “Sejarah mencatat, api injil PESPARANI dimulai dari Maluku dan akan berahir. Namun tidak untuk semangat orang basudara, tidak boleh berhenti,” kata Gubernur seraya berterima kasih untuk semua basudara, semua agama yang turut mendukung momen ini.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise sebelum menutup PESPARANI I ini menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Maluku karena telah menunjukan satu model yang baik di Indonesia dengan mempersatukan semua orang dari segala latar belakang agama, suku dan ras berbeda menjadi satu lewat PESPARANI. Sehingga lewat PESPARANI, menegaskan kembali komitmen pergerakan dalam mempertahankan dan memperkuat nilai kebangsaan yang dibangun dari generasi sebelumnya untuk membangun bangsa di masa depan.

“PESPARANI diharapkan berkontribusi dan mengingatkan kembali bukan hanya setiap individu, tetapi bagi masyarakat luar. Seperti pesan Presiden, kebinekaan adalah kekayaan besar yang dimiliki bangsa ini, maka kebinekaan yang dibentuk tokoh-tokoh pendiri bangsa dari Sabang sampai Merauke harus dipertahankan, menjaga dan melestarikan kebinekaan dengan persatuan, kerukunan dan persaudaraan, sehingga dapat membawa Indonesia menjadi negara sangat besar dan dihormati dunia,” tandasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed