AMBON, MRNews.com,- Event Festival Teluk Ambon (FTA) tahun 2018 resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Esthy Reko Astury di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Sabtu (18/8/18). Sejumlah kegiatan pun bakal dihelat selama tiga hari pelaksanaan FTA 2018 yang mengusung tema “ 73 Tahun Pesona Maluku Untuk Indonesia”.
Esthy Reko Astury sebelum membuka FTA 2018 mengapresiasi FTA sebagai kegiatan berskala nasional, selain karena FTA merupakan salah satu dari 23 event di Maluku yang masuk calendar of event Kemenpar RI. Tetapi juga diharapkan FTA ke 13 ini dapat memberikan spirit kebangkitan dan pengembangan pariwisata Maluku, sebagai upaya mempromosi pariwsata Maluku. Dengan tekad, kedepan ada keberpihakan kepada sektor pariwisata sebagai salah satu leading sektor di Provinsi Maluku, meski terjadi peralihan kepemimpinan Maluku.
Dimana potensi alam Maluku, baik seni, budaya, alam kata Esthy, luar biasa besar, apalagi memiliki 1340 pulau. Sehingga harus ada atraksi berkaitan dengan itu. Tentu juga perlu sinergitas dengan semua pihak untuk kembangkan pariwisata Maluku baik itu BUMN, BUMD, perguruan tinggi, industri, komunitas, pemerintah, legislatif dan media. Pasalnya, FTA diyakini dapat mengangkat Maluku sejajar dengan pariwisata dunia seperti di Bali.
“Sebuah prestasi luar biasa, karena 13 kali sudah terlaksana. Saya lima kali datang ke Ambon, Maluku untuk melihat dan meresmikan ajang FTA, ada perkembangan signifikan dari FTA 2018. FTA kali ini sangat meriah, ada atraksi karnaval merah putih dan sebagainya berkaitan HUT RI. Ini semata mata guna menarik wisatawan ke Maluku lebih banyak lagi. Berbeda dari tahun sebelumnya, FTA 2018 ini meresap wisatawan cukup besar, ada peningkatan sekitar 20 persen dari sebelumnya,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, Festival Pesta Teluk Ambon 2018 sebagai salah satu cara Pemerintah Provinsi Maluku mempromosikan Teluk Ambon, sebagai salah satu ikon wisata di Maluku baik wisata alam yang terkenal keindahan laut, pantai, maupun wisata budaya dan sejarah kepada nasional dan internasional. “Festival Pesta Teluk Ambon yang sudah terlaksana sejak 2006 ini merupakan wujud nyata untuk mempromosikan pariwisata Maluku,” kata Assagaf.
Sedangkan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Habiba Saimima mengatakan FTA 2018 merupakan agenda pariwisata daerah dan telah menjadi agenda nasional yang selalu dilaksanakan setiap tahun guna menarik kunjungan wisatawan ke Maluku lewat promosi destinasi wisata khususnya wisata bahari. “FTA ini bisa menjadi pintu para wisatawan masuk ke Maluku karena Kota Ambon memiliki pantai yang indah, air jernih dan pemandangan laut menakjubkan, budaya, seni dan sejarah,” demikian Habiba.
Sejumlah kegiatan yang dihelat pada FTA 2018 ini, diantaranya bersih laut, karnaval pesona merah putih dari Maluku, pameran, arumbae manggurebe atau lomba perahu tradisional dengan satu perahu terdiri dari 28-31 peserta laki-laki, Lomba perahu semang laki-laki dan perempuan, lomba tari kreasi, lomba spot foto selfie dan suguhan seni. (MR-02)











Comment