by

FSB Leitisel Bakal Masuk Agenda Tetap Pemkot

AMBON,MRNews.com,- Festival seni dan budaya (FSB) Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) bakal masuk pada agenda tetap oleh dinas pariwisata-kebudayaan (Disparbud) pemerintah kota (Pemkot) Ambon tahun 2019 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat membuka FSB kecamatan Leitisel tahun 2018 di pantai Tihulessy, Desa Hukurila, Sabtu (8/12/18).

“Saya minta supaya FSB kecamatan Leitisel ini juga dicatat sebagai salah satu agenda tetap dalam seluruh rangkaian kegiatan kita kedepan. Sudah dipikirkan oleh pa Kadis Pariwisata supaya nanti tahun depan ada festival Totobuang. Semua Totobuang dari negeri-negeri di Leitisel tampil di kota untuk ikut festival dan begitu banyak lagi kegiatan-kegiatan lain,” tandas Walikota.

Pasalnya, diakui Louhenapessy, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sementara mendorong dan mempersiapkan kota ini sebaik mungkin untuk menjemput perkembangan yang lebih pesat. Karena itu pemerintah dibantu masyarakat perlu meningkatkan kualitas kota ini supaya lebih baik lagi.

“Sekarang bapak ibu tahu selaku Walikota saya bersukacita karena tiket mahal. Orang komplain kenapa tiket mahal, itu terjadi karena begitu banyak orang mau datang ke Ambon sehingga tiket pesawat susah dan sangat mahal. Indikasinya apa, begitu banyak orang mau datang karena permintaan meningkat, otomatis harga naik, dalam ilmu ekonomi demikian maupun sebaliknya. Akibat begitu banyak orang datang, pemerintah pusat mulai benahi lagi bandara Pattimura dengan sejumlah fasilitas lainnya supaya nyaman hanya karena tingkat sosial masyarakat di kota ini semakin bagus,” bebernya.

Sebab itu, kalau festival seni budaya Leitisel dilaksanakan dan semakin banyak orang datang, otomatis nanti daerah ini pun akan berkembang, maka pemerintah membuka atau perlebar jalan supaya memudahkan orang beraktivitas.

“Tahun ini, Hutumuri kita buka jalan baru lagi sehingga tidak lewat kampung tetapi kita bangun diatas dengan jalan lebar betul supaya memudahkan orang ke Hukurila. Selain Hukurila, Naku dan Kilang termasuk juga pantai dan lingkungannya bagus. Katong memang anggap biasa tapi orang dari Belanda, Amerika datang mereka begitu kagum dengan indahnya Ambon khususnya Leitisel,” papar Walikota.

Louhenapessy menambahkan, dengan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) maka bagi raja atau kepala desa di Leitisel harus dimanfaatkan sebaik mungkin guna pengembangan desa-negerinya. “Kemarin saya sudah bilang ke raja Hukurila bentuk tim untuk menjaga kebersihan pantai, yang dibayar dari DD atau ADD. Pasalnya itu juga diperuntukkan pada hal tersebut, supaya daerah ini tetap bersih. Lebih khusus pantai sehingga kapan saja orang datang bisa menikmati indahnya pantai Hukurila,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed