AMBON,MRNews.com,- Siswa SMP Negeri 10 Ambon, Ferdy Sipahelut dan siswi SMP Negeri 9 Ambon, Chlara Marlissa terpilih sebagai pasangan pemenang kategori putera dan puteri di ajang pemilihan duta baca SMP/MTS tingkat Kota Ambon tahun 2018 dengan tema “Ayo ke Perpustakaan”, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, di Meeting Room Biz Hotel, Jumat (21/9/18).
Feardy dan Chlara berhasil menyisihkan 32 temannya yang ikut berkompetisi di ajang itu. Keduanya juga turut memukau juri yang beranggotakan akademisi Unpatti, Mariana Lewier dan Falantino Latupapua, serta Rudolf Wattimena, akademisi IAKN Ambon.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pieter Pattiasina dalam sambutannya sebelum penutupan mengaku, momentum hari ini sudah melahirkan dua (2) orang duta baca Kota Ambon. Tentunya, ini sesuatu yang sangat luar biasa, sebagai wahana belajar, menempa diri, mengasah kemampuan dan pengetahuan. Serta upaya mengkampanyekan kepada semua orang pentingnya suatu literasi, membaca buku, artikel-artikel bermanfaat dan buku lainnya yang bernilai positif yang berisi pengetahuan, dengan cara mendatangi perpustakaan sebagaimana tema ajang pemilihan duta baca.
Dirinya lantas memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah mengikuti ajang ini bersama guru pendamping, sembari memberi catatan bahwa melalui guru pendamping anak-anak harus ditekan rasa takut didalam diri, dibangun rasa percaya diri dan berani tampil serta terus meningkatkan minat baca sehingga memperkaya dengan pengetahuan yang banyak. Bagi peserta lain yang belum terpilih, tidak boleh berkecil hati tapi terus belajar dan belajar. Selanjutnya, kedua duta baca akan bekerjasama dengan bunda baca Kota Ambon selama mengemban tugas sebaga duta baca.
“Untuk itu, diharapkan guru harus mempersiapkan anak-anak sejak dini, mengikuti ajang-ajang lainnya kedepan. Asah kemampuan mereka supaya jauh lebih baik. Mereka yang terlibat harus mendorong teman-teman lainnya juga, karena sangat penting saling mengingatkan. Beberapa rencana kedepan nantinya oleh dinas adalah kegiatan E-Ambon Manise, kompetisi menulis kemampuan diri dan mempromosikan Ambon secara eletronik, dan temu kreatif. Tentu keduanya kita pandang dapat membawa dampak positif dan nilai penting terutama menuju Ambon sebagai Smart City. Selamat bagi keduanya, semoga jadi duta baca yang membanggakan,” bebernya.
Sebelumnya, ketua panitia pelaksana pemilihan duta baca, Edwin Manuhutu, mengharapkan kepada guru, orang tua dan anak-anak untuk tidak melihat hari ini saja, dimana anak berlomba ada yang dapat terbaik dan lainnya belum. Akan tetapi penting melihat kedepan, sebagai anak-anak yang kelak 10 atau 15 tahun lagi sudah beprestasi, membanggakan, memiliki skill/kemampuan dan mampu menduduki posisi-posisi strategis di kanca lokal maupun nasional. Sayangnya, dari 48 SMP/MTS di Kota Ambon yang diundang, hanya 14 sekolah yang merespons atau ikut mengirim anak-anaknya pada ajang ini dengan total 34 orang peserta.
“Ini memberikan gambaran bagaimana pendidikan, terutama komitmen guru bagi pengembangan anak lewat budaya dan gemar membaca, yang lemah dan kurang. Istilahnya, sekolah yang tidak ikut diragukan kemampuannya. Sebaliknya, harus diberikan apresiasi bagi anak/siswa dan guru pendamping yang ada dalam ruang seperti ini. Semua anak yang terlibat adalah juara sejati, karena bisa mengalahkan diri sendiri. Nantinya tak boleh ada rasa takut, terus mengasah diri, harus tenang dan santai ketika bicara dengan orang lain. Prinsipnya, anak-anak yang tampil di ajang pemilihan duta baca ini, cerminan proses pendidikan di sekolah berjalan bagaimana,” tutup Manuhutu. (MR-02)











Comment