by

Empat Pelaku Penganiayaan Pegawai Puskesmas Benteng Masih Diburu

AMBON,MRNews.com,- Setelah dua terduga pelaku penyerangan dan penganiayaan terhadap pegawai di Puskesmas Benteng diamankan polisi, kini satu terduga pelaku lainnya ikut diringkus.

FO alias Rajes adalah pelaku tersebut. Security PT Semen Tonasa itu diringkus saat sedang bekerja di kawasan Gudang Arang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Selasa (14/3).

Awalnya, Rajes sempat diminta serahkan diri baik-baik oleh polisi. Namun ajakan itu tak digubris, Rajes melawan. Pemuda 33 tahun itu lalu disergap tim Buser Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

“Saya ke perusahaan semen tempat pelaku bekerja, dan kontak Buser untuk ambil (tangkap). Pelaku melawan dan langsung digelandang. Dia ditangkap karena tidak kooperatif,” kata Kapolsek Nusaniwe Iptu Jhon Anakotta, Rabu (15/3).

Dengan tertangkapnya Rajes, tercatat tiga dari tujuh pelaku penyerangan dan pengeroyokan pegawai Puskesmas Benteng sudah diamankan di Rumah Tahanan Polresta Ambon. Satu diantaranya dilakukan pembantaran karena sakit.

Tiga pelaku tersebut yakni FJL alias Ian (20), FAP alias Falen (36), dan FO alias Rajes. Ian dan Falen menyerahkan diri. Falen sendiri dilakukan pembantaran karena sakit radang usus buntu.

Masih tersisa empat pelaku penganiayaan lainnya yang terus dikejar aparat kepolisian. Yaitu berinisial H, O, R, dan BS.

“Pelaku yang lain masih dicari,” ungkap mantan Kapolsek Leihitu Barat tersebut.

Anakotta menghimbau para pelaku lain agar dapat menyerahkan diri secara baik-baik. Ia juga meminta masyarakat dapat membantu polisi apabila mengetahui keberadaan para pelaku kejahatan tersebut.

“Kepada para pelaku penganiayaan agar dapat menyerahkan diri. Berani berbuat berani bertangung jawab,” pintanya.

Untuk diketahui, para pelaku menganiaya Deckson Defon Tentua (20), pegawai Puskesmas Benteng di tempat kerjanya tersebut pada Kamis (2/3/2023) lalu.

Korban dikeroyok setelah menegur tiga orang pemuda sebelumnya. Mereka parkir sepeda motor di depan Puskesmas.

Tak terima ditegur, salah satu pemuda adu mulut. Korban dan pekau itu lalu berkelahi, dan kemudian dilerai warga sekitar.

Setelah dipisahkan, korban dibawa masuk ke dalam Puskesmas. Namun tak lama berselang, pemuda tersebut datang membawa kawan-kawannya.

Saat bertemu, para pelaku sebelumnya beralibi untuk mendamaikan persoalan pertama. Nyatanya, mereka mengeroyok korban saat melihatnya. Kawan-kawan korban yang mencoba melerai pun ikut dianiaya dalam Puskesmas. (MR-02/AK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed