AMBON,MRNews.com,- Ekspedisi kas keliling yang dilaksanakan selama 8 hari oleh tim ekspedisi kantor perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) tanggal 13-19 September melintasi daerah-daerah kategori 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Maluku dan sekitarnya, hasilnya uang yang ditukar masyarakat kepada tim ekspedisi secara total sebanyak Rp 226 juta. Dengan rincian desa Kayeli 40 juta, Ambalau Rp 40 juta, Leksula 90 juta, Kapala Madan 30 juta dan Buano Utara 26 juta.
“Terus terang untuk ekspedisi 3 T kita tidak bisa bilang ini banyak atau tidak, besar atau tidak. Karena kita punya pilihan mau melayani ke seluruh pelosok negeri dalam semangat merah putih sampai kemana pun. Tidak ada layanan transportasi umum, kita coba jangkau dengan KRI. Bahkan daerah kepulauan yang tidak punya dermaga, kita jangkau dengan sekoci atau katinting, kita tetap berusaha” ujar koordinator ekspedisi kas keliling KPw BI Maluku Teguh Triyono kepada awak media di KPw BI Maluku, Kamis (19/9/19).
Saat ekspedisi Teguh mengaku, pihaknya menyiapkan Rp 2,5 miliar uang baru untuk ditukar. Dimana uang disiapkan sesuaikan dengan populasi penduduk tiap desa dan harus lebih agar nanti tidak kesulitan jika kekurangan. Atau permintaan penukaran meningkat dari perkiraan. “Uang yang ditukarkan dipastikan tidak layak edar karena sudah lusuh, fisiknya rusak dan sobek. Kita terima atur sesuai perpecahan dan emisi. Kita memang antisipasi bawa uang lebih, disiapkan Rp 2,5 miliar,” beber Teguh.
Harapannya kata Teguh, bukan saja masyarakat di Ambon yang sudah terbiasa memegang uang baru layak edar, tapi warga di kepulauan juga dapat merasakan dan bangga bertransaksi dengan uang baru. Selain ekspedisi kas keliling, juga diserahkan bantuan program sosial BI di bidang pendidikan, olahraga dan keagamaan pada 14 lokasi dengan 14 paket bantuan. Serta melakukan layanan pengobatan gratis terhadap kurang lebih 450 orang warga. Kegiatan terakhir sering terkendala waktu dan penyesuaian dengan KRI.
Tak hanya itu, sebut Teguh, tim ekspedisi juga melakukan edukasi atau sosialisasi BI kepada masyarakat yang diikuti kurang lebih 550 orang terdiri dari mahasiswa, PNS, masyarakat umum, pelajar bahkan anak-anak putus sekolah. Artinya, antusias masyarakat cukup tinggi. Menariknya, seluruh stakeholder yang terlibat harapkan kegiatan ini terus dilaksanakan dan mesti ada peningkatkan dari segi kualitas maupun kuantitas.
“Selain ekspedisi kas keliling, ada juga ekspedisi mandiri sejak 2017 diputuskan kepala KPw. Sudah dilakukan 2017 dan 2018. Mudah-mudahan sebelum Oktober untuk tahun ketiga 2019 sudah bisa jalan. Saat ekspedisi 8 hari, masyarakat respons positif dan ingin terus ada. Masalah kesehatan diperlukan, pekerjaan yang mengandalkan hasil laut, ekonomi warga juga memprihatinkan dan butuh perhatian BI. Maka bantuan pendidikan, bagi rumah ibadah dan sarana prasarana kita salurkan. Harapannya semua itu bisa bermanfaat,” terang dia.
Dengan kondisi masyarakat di daerah 3T yang butuh perhatian tak hanya dari BI, dirinya mengajak bank-bank lain yang menjadi mitra BI untuk bersama melakukan ekspedisi kas keliling menjangkau masyarakat khusus di daerah 3T. Sebab memang tidak semua daerah terdapat bank, untuk menukar uang maupun bertransaksi serta mendapat informasi perbankan. (MR-02)











Comment