AMBON,MRNews.com,- Untuk membantu aparat kepolisian dalam mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku gencar memberikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat.
“Dari MUI Maluku sendiri dalam menghadapi Pemilu nanti telah melakukan berbagai langkah termasuk mengimbau masyarakat lewat mimbar dan majelis taklim, agar Pemilu yang merupakan hajat nasional ini bisa didukung agar pelaksanaanya dapat berjalan lancar, aman dan sukses,” kata Hasbollah Toisuta, perwakilan MUI Maluku.
Menurutnya pada setiap pertemuan dengan masyarakat baik melalui mimbar Jumat maupun majelis taklim, MUI Maluku selalu memberikan masukan, ide-ide positif dan himbauan agar umat Islam bisa fokus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif saat ini.
“Umat Islam juga selalu dihimbau untuk menghindari isu-isu yang dapat menggangu keamanan dan dapat membuat perpecahan di Maluku,” katanya dalam dialog interaktif terkait pelaksanaan Pemilu di studio RRI Ambon, Senin (4/12).
Pada Rakornas, Hasbollah mengaku MUI Pusat melalui rekomendasi menghimbau umat Islam dapat mendukung Pemilu yang damai, menolak politik uang. Umat juga diminta hindari berita hoax yang dapat merusak tali persaudaraan antar sesama anak bangsa.
Terkait sinergitas di antara pimpinan umat beragama, Hasbollah mengaku selama ini pihaknya terus bersinergi.
“Sinergitas dan kerjasama kita dari MUI Maluku bersama Sinode dan Keuskupan itu bukan hal baru lagi, dan tidak ada masalah karena kita selalu bersama dalam setiap kegiatan. Peran tokoh agama itu sangat penting dalam merawat perdamaian di Maluku,” ucapnya.
Olehnya itu, lanjut mantan Rektor IAIN Ambon ini, dengan kerjasama para tokoh agama yang kompak bersama Polri, diharapkan situasi Kamtibmas di Maluku ini dapat diwujudkan dengan baik.
“Saat ini kami dari Gereja telah melaksanakan kegiatan pastoral politik bagi para calon anggota legislatif (Caleg). Tujuannya untuk membentuk umat yang siap sukseskan pemilu dengan baik,” tambah Ketua MPH Sinode GPM Pdt Elifas Maspaitella.
Dengan adanya kegiatan pastoral politik menurutnya, dapat membentuk caleg yang nantinya jika terpilih akan bekerja dengan hati dan iman untuk membangun bangsa.
“Bahwa Gereja juga turut bertanggungjawab untuk terwujudnya Pemilu yang aman dan damai,” ungkap Maspaitella.
Pihaknya lanjut Maspaitella, sangat mendukung terlaksananya Pemilu yang aman, jujur, adil dan bermartabat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik karena hal itu merupakan panggilan iman.
“Selain pastorial politik, kami juga dalam pertemuan bersama umat dan di mimbar-mimbar ibadah, telah memberikan himbauan agar umat Gereja di minggu-minggu adventus ini tidak melakukan hal-hal atau tindakan yang bersifat euforia namun lebih pada hal-hal positif untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,” tambahnya.
Juga dalam menghadapi Pemilu serentak ini Gereja tambahnya, melibatkan AMGPM agar generasi muda Gereja saat ini dapat paham hak demokrasinya dan tidak golput serta terhindar dari pengaruh politik uang dan politik hitam di masa Pemilu saat ini.
“Mari kita pilih pemimpin yang cakap dan takut akan Tuhan, sebagaimana tertulis di firman Tuhan. Olehnya itu terkhusus warga Gereja, mari ambil keputusan bijaksana di saat Pemilu ini untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa kita ke depan,” ajak Maspaitella.
Senada dengan dua koleganya, Sekum Keuskupan Amboina, Pastor Agus Arbol mengaku, Gereja Katolik di Maluku sangat mendukung sepenuhnya terlaksana pesta demokrasi yang aman dan damai.
“Kami telah melakukan seruan kepada umat agar dukung Pemilu damai di Maluku dan pada konferensi Gereja Katolik yang dihadiri seluruh Uskup di Indonesia kemarin itu menghimbau agar masyarakat Indonesia khususnya umat Katolik dapat menggunakan hak demokrasinya dengan tepat dan bijaksana serta hindari golput di Pemilu,” ungkapnya.
Keuskupan juga tambah Pastor Agus, selalu menghimbau umat Katolik agar senantiasa mendukung aparat keamanan dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di Maluku.
“Umat Katolik selalu diingatkan tidak ikut-ikutan hal-hal tidak baik. Sebab saat ini kondisi dunia sedang tidak stabil akibat perang di Palestina dan Israel, ada juga perang Rusia-Ukraina. Maka kami berharap masyarakat di Maluku ini tetap menjaga persatuan dan kesatuan bersama Polda Maluku, guna wujudkan Maluku yang aman dan damai,” ajaknya. (MR-02)











Comment