AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena didapuk sebagai warga kehormatan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Ambon.
Momen itu terjadi saat pelantikan Pengurus Majelis Daerah (MD) KAHMI dan FORHATI Kota Ambon periode 2022-2027 oleh fungsionaris MW KAHMI dan FORHATI Maluku, Minggu (17/9) malam.
Diterimanya Wattimena sebagai warga kehormatan KAHMI Kota Ambon ditandai dengan penyematan jaket hijau-putih biz hitam khas KAHMI oleh mantan Ketua Umum MD KAHMI Kota Ambon yang juga anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin.
Selain Wattimena, Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PB HMI di masanya (1997-1999) yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat juga diamanahi warga kehormatan KAHMI Kota Ambon.
Presidium MW KAHMI Provinsi Maluku, Najit Marasabessy menyematkan jaket KAHMI Kota Ambon kepada Anas, yang turut disaksikan alumni HMI dari berbagai profesi, presidium KAHMI Provinsi, Kota, pimpinan KPU, Bawaslu Maluku dan Kota Ambon.
“Penganugerahaan warga kehormatan itu karena baik Penjabat Walikota maupun kanda Anas Urbaningrum berkontribusi besar bagi eksistensi KAHMI Kota Ambon hari ini dan terjadinya estafet kepemimpinan KAHMI Kota Ambon lima tahun kedepan,” tandas Afifudin.

Di kesempatan itu, Anas Urbaningrum saat stadium general menegaskan, KAHMI harus jadi wadah yang progresif, memperluas diversifikasi panggilan tugas. Terutama memproduksi aktor-aktor yang menggerakan roda ekonomi, selain di level politik, birokrasi, keagamaan.
“Pelantikan MD KAHMI Kota Ambon menjadi energi yang sangat kuat dan bertenaga; energi progresif, kemajuan dan masa depan. Didalamnya ada spirit mengayomi dan kemajemukan karena pengurus diisi beragam profesi,” tandas mantan komisioner KPU RI itu.
Selain untuk stadium general, kehadirannya di Ambon kata Anas, karena terikat komitmen sebagai aktivis yang peduli dan bertanggungjawab terhadap tugas panggilannya untuk memastikan perbaikan dan perubahan terjadi di bangsa ini.
“HMI menjadi industri petugas perubahan dan perbaikan. Sementara KAHMI harus hadir sebagai solusi. Kekuatannya adalah problem solving, penuntas masalah. Harus bergerak maju, tak sekedar paguyuban, tempat kumpul,” jelas mantan anggota DPR-RI itu.
KAHMI lanjut Anas, jadi komunitas yang produktif dengan dialektika gagasan, ide, pikiran kontributif. Maka tepat bila bermitra dengan pemerintah, DPRD dan stakeholder lainnya. Sebab KAHMI juga adalah penjahit kebhinekaan, menjadi pelopor kerjasama, kolaborasi. (MR-02)








Comment