TUAL,MRNews.com,- Dalam lawatan kerja ke Maluku, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Jokowi ikut saksikan penyerahan 40 unit sepeda motor kepada Kodim 1503/Tual oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto.
Selain itu, Presiden juga berkesempatan meresmikan Jembatan Waer Fair di Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Rabu (14/9).
Diketahui, jembatan gantung Wear Fair merupakan jembatan penghubung antara Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Jembatan dengan panjang 120 meter ini berada diatas Selat Batu Jatuh itu.
Proyek yang dikerjakan CV. Keramik Jaya, dengan Konsultan Pengawas PT. Yodya Karya, bersumber dari alokasi APBN tahun 2019 sekitar Rp 6.2 miliar.
Peresmian ditandai ditekennya prasasti oleh Presiden didampingi Menhan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Murad Ismail, Forkopimda Maluku, Bupati Malra Thaher Hanubun, Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin, dan Walikota Tual Adam Rahayaan.
Usai meresmikan jembatan, Presiden menegaskan, pembangunan infrastruktur berupa jembatan penting untuk mempercepat mobilitas orang dan barang.
“Jembatan Wear Fair ini penting sekali dalam rangka mobilitas orang maupun mobilitas barang,” ujar kepala negara.
Peresmian jembatan yang dilakukan saat ini, jelas Presiden, wujud komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur secara merata hingga ke seluruh pelosok tanah air. Bahkan, dalam satu tahun pemerintah membangun sekitar 200 jembatan serupa sebagai akses konektivitas warga antar kecamatan/desa maupun pulau.
“Yang kita bangun bukan hanya jalan tol gede-gede atau pelabuhan dan airport, tetapi juga pembangunan jembatan antar desa dan pulau. Setahun, kita bangun kurang lebih 200-an jembatan gantung antar desa, kecamatan dan pulau yang kecil-kecil,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR, Yudha Handita Pandjiriawan secara terpisah mengaku, Jembatan Gantung Wear Fair memiliki panjang 120 meter dengan lebar 1,8 meter.
Jenis jembatan gantung dipilih karena proses pembangunan yang cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat sekitar.
“Satu, pelaksanaan cepat, karena ini dulu sudah ada jembatan, dan ini dibongkar dengan segera supaya lebih manfaat dan masyarakat yang di seberang pulau masih belum banyak memerlukan kendaraan yang besar sehingga masih cukup difasilitasi kendaraan roda dua dan penyebrangan,” jelasnya.
Sementara, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Jon Sudiman Damanik berharap, masyarakat dapat menjaga dan memelihara dengan baik Jembatan Gantung Wear Fair ini sebagai salah satu aset negara yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami masyarakat dapat menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Karena ini aset kita bersama, jadi harus kita jaga, supaya dapat termanfaatkan dengan baik,” harapnya.
Usai meresmikan jembatan, Presiden lalu ke Kantor Pos Tual, Kecamatan Kei Kecil. Disini, Presiden menyerahkaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM), Bantuan Sosial Sembako dan BTL kepada peserta Program Keluarga Harapan.
Selanjutnya, menuju Pasar Tual, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, Kota Tual. Disini, RI-1 juga menyerahkan BTL ke para pedagang pasar dan Bantuan Modal Kerja (BMK) kepada para pedagang Kaki Lima.
Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuju LPT. Samudera Indo Sejahtera (SIS), Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual.
Disini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan Display Pasar dan Peninjauan Alur
Proses Pendaratan Ikan kepada Presiden, sedangkan peninjauan Unit Pengolahan Ikan dipandu Komisaris PT. SIS, Arif Wijaya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog antara Presiden dengan para nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut dan para karyawan PT. SIS. (MR-02)











Comment