AMBON,MRNews.com,- Polemik kepindahan Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Maluku Widya Pratiwi Murad yang adalah isteri Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Murad Ismail ke PAN menarik perhatian serius DPP.
Walau belum secara terbuka memberikan tanggapan ke publik, namun secara internal DPP memberi “atensi khusus” terkait persoalan tersebut.
Apalagi beredarnya foto makan satu meja Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Murad Ismail di jagad maya bersama sejumlah petinggi DPP PAN diantaranya Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) DPP, Hatta Rajasa.
Hal itu kemudian memantik DPP PDI Perjuangan langsung gerak cepat “ambil sikap” politik.
Informasi yang berhasil dihimpun, DPP pun memanggil Murad untuk jalani pemeriksaan dan klarifikasi di Jakarta hari ini (kemarin-red).
“Pemeriksaan (Ketua DPD-red) jam 2 waktu Jakarta hari ini (kemarin),” sebut sumber internal PDI Perjuangan yang enggan namanya dipublish, Rabu (19/4).
Akan tetapi Gubernur Maluku itu kabarnya tidak hadir alias mangkir dari panggilan DPP tersebut. Belum diketahui alasan pasti ketidakhadiran mantan Dankor Brimob Polri itu ke DPP di Jakarta.
“Iya, dipanggil tadi tapi antua seng datang,” sebut sumber internal partai berlambang banteng moncong putih lainnya melalui pesan singkat.
Merespons kabar mangkirnya Murad atas panggilan DPP, senior dan pendiri partai, Jusuf Leatemia menegaskan, hal itu membuktikan betapa Ketua DPD tak lagi mencintai dan hargai partai yang telah membesarkannya serta hantarkan ke kursi Gubernur.
“Partai akan besar tergantung ketua DPD. Namun jika pilihan politiknya sudah berbeda dan tidak lagi sejalan dengan arah dan ideologi partai, maka sudah sepatutnya DPP melakukan evaluasi secara serius terhadap kepemimpinannya,” tegasnya saat dihubungi, Rabu.
Dikatakan Leatemia, aturan main di PDI Perjuangan pun jelas, dalam satu keluarga apalagi status pimpinan partai, tidak mengenal dua partai. Jika berbeda partai, maka pilihan harus ditentukan. Tetap dengan PDIP atau keluar.
“PDI-P tidak mengenal dua kaki, apalagi tiga kaki, itu telah jelas dan tegas sesuai aturan partai dan dari Ketua Umum. Sebagai senior dan pendiri partai yang masih peduli dan cinta pada partai ini, minta alangkah lebih baik secara terhormat mundur diri atau nanti dipecat,” kuncinya. (MR-02)











Comment