AMBON,MRNews.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menggandeng sejumlah stakeholder terkait untuk bicara sekaligus merencanakan anggaran penanggulangan AIDS, Tuberculosis dan Malaria (ATM) untuk masuk dalam APBD Kota Ambon tahun 2023, Kamis (13/10).
Mereka yang terlibat ialah Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, Bappeda-Litbang Kota Ambon, Yayasan Pelangi Maluku (YPM) dan lembaga/instansi lain yang berkepentingan.
Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse saat membuka forum tersebut tegaskan, sesuai surat edaran terbaru Kemendagri nomor 906/2114/SJ, bahwa cakupan penemuan dan pengobatan TBC 90 persen, dengan kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan orang terduga TBC dan jumlah Kabupaten/Kota yang mencapai eliminasi malaria sebanyak 385.
Begitu juga persentase orang dengan HIV-AIDS (ODHA) ditemukan yang memulai pengobatan ARV sebanyak 90 persen dengan kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan terhadap orang dengan resiko terinfeksi HIV dan pengelolaan pelayanan kesehatan ODHA.

“Kemendagri dan Kemenkes pun tetapkan petunjuk teknis integrasi ATM bagi pemerintah daerah sehingga upaya penanggulangan lebih sesuai dengan konteks kebutuhan di lapangan, bersinergi dengan kebijakan nasional,” tandasnya di ruang Vlisingen Balaikota.
Untuk itu kata dia, diperlukan diseminasi yang baik di tingkat pusat hingga ke Kabupaten/Kota.
Hal ini merupakan bagian pembinaan dan sekaligus penguatan kapasitas terutama bagi perencanaan sumberdaya di daerah dalam pembangunan kesehatan, khususnya pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC dan Malaria (ATM) sehingga tujuan pembangunan nasional dapat tercapai.
“Semoga kegiatan ini dapat berdampak positif bagi bapak/ibu dan pemerintah dalam membangun pemahaman yang baik tentang petunjuk teknis integrasi ATM untuk tujuan perencanaan ATM di APBD 2023 dan tahun selanjutnya,” pungkasnya. (MR-02)









Comment