AMBON,MRNews.com,- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy memastikan, imunisasi MR kepada FA (13 tahun), siswi SMP di Kota Ambon yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah disuntik Rubella sudah dilakukan sesuai SOP dan keluhan yang bersangkutan. “Tidak ada hubungannya dengan imunisasi MR tetapi merupakan coincidence,” tandas Pelupessy dalam rilisnya yang diterima media ini, Selasa (13/11/18).
Hal itu patut diluruskan sebab kata Pelupessy, terkait pemberitaan salah satu media masa lokal pada 10 November 2018 terkait FA yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah disuntik Rubella. Padahal, berdasarkan data Dinkes Kota Ambon, FA menerima imunisasi MR di sekolah dalam keadaan sehat. 10 hari pasca imunisasi, FA dirawat di rumah sakit dengan diagnosis demam berdarah.
Mengetahui kabar “tak sedap” itu, Dinkes pada 6 November 2018 telah menurunkan tim survelians Puskesmas untuk melakukan screening guna melihat potensi tempat perindukkan nyamuk dan memastikan apakah ada kasus-kasus dugaan demam berdarah lain di wilayah sekitar rumah FA.
“Hasil pemeriksaan klinis dan laboratorium didiskusikan dalam tim POKJA KIPI yang diketuai dr. Vivi Hartono, SpA. Laporan dugaan KIPI pun diteruskan ke KOMDA KIPI Provinsi Maluku, dimana dr. Robby Kalew, SpA menjabat sebagai ketua POKJA MEDIS. Kesimpulan yang diperoleh, tidak ada hubungan antara imunisasi MR dengan penyakit yang diderita FA yang dalam hal ini demam berdarah dengue,” tegas Pelupessy.
Pelupessy menambahkan, merupakan tugas dan tanggungjawab bersama memastikan anak-anak di Kota Ambon dapat terhindar dari penyakit berbahaya campak dan rubella, demi generasi masa depan Kota Ambon lebih baik. Karenanya, Dinkes giat melakukan sosialisasi baik lintas sektor maupun di masyarakat dengan harapan ada pemahaman baik tentang imunisasi MR. “Tercatat per tanggal 12 November 2018, sudah 83,567 anak atau 72,78 persen target sasaran di Kota Ambon yang mendapatkan imunisasi MR,” tutupnya. (MR-02)











Comment