by

Dinilai Cengeng, Walikota: Itu Airmata Politisi, Bukan Birokrat

AMBON,MRNews.com,- Dinilai “cengeng” oleh publik terutama para Netizen di dunia maya (facebook) yang notabene adalah masyarakat Kota Ambon karena meneteskan airmata ketika mendengar hasil tes CPNS tahun 2018 untuk Kota Ambon khususnya jauh dari ekspektasi atau harapan yakni hanya 30 orang, Walikota Ambon Richard Louhenapessy meresponsnya dengan diplomatis bahwa airmata yang dititihkannya saat itu adalah airmata seorang politisi, bukan airmata birokrat.

“Silahkan siapapun menilai airmata yang saya keluarkan atas keprihatinan hasil tes CPNS bentuk cengeng. Tidak masalah. Karena bagi saya airmata itu tulus, tidak dibuat-buat karena saya cinta terhadap mereka sebagai anak-anak, rakyat saya di kota ini. Itu airmata seorang politisi yang merasakan betul sesuatu yang juga dialami rakyatnya tanpa sekat sistem, bukan airmata birokrat,” beber Walikota kepada wartawan dalam press confrence di ruang kerjanya, Sabtu (10/11/18).

Tagal airmata dan tekad kuat untuk memperjuangkan nasib anak-anak kota Ambon khususnya yang memenuhi angka passing grade CPNS namun tetap tidak lulus ke pemerintah pusat diakuinya, pemerintah provinsi Maluku sudah merespons dengan menggelar rapat bersama kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Maluku, dengan membentuk tim untuk memperjuangkan nasib hasil CPNS ke pusat.

“Penilaian apapun itu wajar saja. Pro dan kontra biasa lah walau datang juga dari pejabat Pemprov. Yang penting ide dan pesan kita sampai pada tujuan yang jelas. Karena semua ini tanggungjawab kita bersama, tidak menyalahkan siapapun” singkat Walikota.

Sebelumnya, dalam sesi konferensi pers di aula SMP Negeri 6 Ambon (lokasi tes CPNS kota Ambon), Rabu (7/11/18), Walikota Ambon meneteskan menangis ketika memantau ruang tes dan menjelaskan betapa rumitnya anak-anak menyelesaikan 100 soal dalam 90 menit dengan sistem computer assisted test (CAT) dan nilainya harus memenuhi tiga komponen utama yaitu tes kompetensi pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Apalagi sistem passing grade nasional 298 harus disamakan antara wilayah barat dan timur. Padahal perkembangan pendidikan dan teknologi jelas berbeda. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed