by

Dihantam Gempa, JMP & Pelabuhan di Maluku Aman

-Maluku-1,301 views

AMBON,MRNews.com,- Meski dihantam gempa berkekuatan 6,8 SR dimutakhir 6,5 SR pada Kamis (26/9/19) kemarin, jembatan merah putih (JMP) dan sejumlah pelabuhan di kota Ambon, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dipastikan masih dalam kondisi aman atau tidak rusak berat. Dalam kunjungan singkatnya ke Ambon Maluku, Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi katakan, tentang kondisi pelabuhan, sejak pagi dirinya telah menugaskan Dirjen guna melihat seluruh fasilitas pelabuhan di Ambon dan beberapa daerah yang terkena gempa, Dimana bisa dipastikan tidak ada kerusakan yang berarti. Hanya ada satu jembatan penyeberangan di Negeri Liang Maluku Tengah yang juga Gubernur Maluku telah datang lihat alami retak atau terbelah tapi memang tidak signifikan. “Jadi fasilitas pelabuhan, bandara memang ada retak-retak kecil tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Saya dari Makasar ke Manokwari lalu Jayapura memang sedianya ke Ambon untuk koordinasi dengan pa Gubernur tentang pelabuhan-pelabuhan tetapi sekarang ini emergency ada gempa, jadi wakili pemerintah pusat kita mengamati. Pa menteri PUPR juga minta saya berkoordinasi dan kita dengar rektorat Universitas Pattimura (Unpatti) ada kerusakan maka kita datang,” sebut Menhub saat meninjau kondisi rektorat Unpatti ditemani kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur Maluku Murad Ismail dan Rektor Unpatti Nus Saptenno, Jumat (27/9/19). Setelah melihat tingkat kerusakan di Unpatti menurut hematnya tidak rusak yang signifikan. Artinya struktur itu masih bagus. Dirinya dan Rektor pun telah melapor ke Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dimana Basuki akan mengirimkan tim untuk hari ini ke Ambon, Maluku dan besok mulai bekerja. Tim itulah yang berwenang menetapkan satu gedung layak digunakan lagi atau tidak. “Kalau layak, dibersihkan dan digunakan sambil direnovasi. Tapi kalau nanti tidak layak, tentu harus ditinggalkan. Tadi saya, pa Gubernur, Rektor sudah telepon pa Menteri. Harapan kita, gedung ini tetap bisa eksis sehingga segera bisa digunakan,” tukasnya. Sementara untuk kondisi JMP, Gubernur Maluku Murad Ismail memastikan JMP tidak ada kerusakan berarti. Sebab sambungan jembatan memang ada jarak antara satu dengan lainnya, tidak boleh tersambung. Disitu atasnya ditaruh aspal dan pecah, tapi tidak ada masalah. “Dalam struktur biasanya struktur besar itu ada sambungan namanya delatasi. Memang sengaja dilepas supaya independen. Sambungan ini yang bergerak sehingga lapisan atasnya bergeser. Seperti yang terjadi di ruang rektor juga,” sambung Menhub. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed