AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) dan tim Penggerak PKK Kota Ambon bekerjasama memberikan penguatan kapasitas kepada ribuan kader posyandu di Kota Ambon dalam rangka mencegah stunting di ibukota provinsi Maluku itu.
Kegiatan yang dihelat di lantai II Maluku City Mall (MCM) Tantui-Ambon, Senin (11/12) itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Maluku yang juga duta stunting, Widya Pratiwi Murad.
Menariknya, kehadiran Widya yang juga melekat dirinya saat ini tercatat sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR-RI dari PAN untuk Dapil Maluku sontak “merubah” situasi kegiatan.
Lihat saja. Mulai dari dekorasi ruangan yang serba biru putih khas warna partainya, hingga kader posyandu, pegawai Pemkot dan tim penggerak PKK yang diberikan baju kaos biru untuk “wajib” dipakai pada acara tersebut hingga selesai.
Termasuk Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan isteri yang juga Pj Ketua tim penggerak PKK, Lisa Wattimena juga kenakan kaos biru itu. Memang, di kaos bagian depannya tidak ada logo partai, nama atau nomor urut Caleg tertentu, tapi bertuliskan “Jangan ada STUNTING” diantara kita”.
Demikian pula bagian belakang, hanya tertulis “cegah stunting, itu penting” TP-PKK Kota Ambon, TPPS Kota Ambon.
“Katong dapa bagi dan diminta untuk dipakai. Pas buka koq baju biru. Hahaha ini warna kan identik dengan partai. Kan bisa pakai warna tosca saja sesuai warna khas PKK,” tandas salah satu kader posyandu.
Salah satu ASN Pemkot bahkan mengaku, dipakainya kaos biru itu hanya sesuai perintah dan arahan, walau di waktu yang sama juga sedang memakai seragam coklat pegawai.
“Pakai lapis saja dengan dinas, karena katong cuma ikut arahan nih,” celotehnya.
Kegiatan penguatan kader posyandu itu diduga kuat hanya “modus” yang dipakai untuk “pengkondisian” diri seorang Widya ke ribuan kader posyandu di Kota Ambon.
Sebab faktanya, kegiatan tersebut tertunda-tunda berulang kali hanya karena harus menyesuaikan waktu dengan isteri Gubernur Maluku itu yang begitu padat.
Padahal, tanpa seorang Widya pun, kegiatan itu semestinya bisa jalan karena hadirkan orang pusat sebagai narasumber dan kader posyandu yang jadi “sasaran” untuk diperkuat kapasitas mereka dalam upaya mencegah prevalensi stunting di Kota Ambon.
“Kegiatan ini sebenarnya harus jalan Jum’at atau Sabtu pekan lalu. Tapi karena ibu Widya masih diluar kota, jadi baru jalan hari ini untuk beliau hadir,” cerita seorang pegawai Pemkot Ambon.
Namun dugaan tersebut dibantah Penjabat Walikota. Menurutnya, kegiatan ini sudah dianggarkan di tahun 2023 oleh Bappeda-Litbang. Bahkan mestinya penguatan kapasitas kader posyandu ini harus jalan Agustus 2023 lalu, namun tidak bersesuaian waktu dengan Widya Pratiwi yang merupakan duta perangi stunting Maluku.
“Makanya baru bisa kita lakukan di hari ini (kemarin-red). Mestinya juga jalan itu di Jum’at dua Minggu lalu namun lagi-lagi molor dan baru jalan sekarang,” terang Wattimena.
Dikatakan, kegiatan ini semata hanya temu kader posyandu se-kota Ambon yang dilakukan setiap tahun. Dan untuk amankan proses ini agar tidak “dituding” publik mengarah ke sosialisasi atau kampanye, sudah dikonsultasi awal ke Bawaslu Kota bahkan hadirkan mereka untuk pantau.
“Kita hadirkan agar apa yang kita lakukan ini bukan dalam rangka mengajak, memilih mensosialisasikan, tidak ada. Narasumber kita datangkan dari Jakarta dua orang. Semata-mata untuk penguatan kapasitas kader posyandu,” urainya.
Bahkan lanjut Wattimena, soal warna baju yang nuansa biru pun tidak jadi masalah, sepanjang tidak ada foto caleg, lambang partai dan nomor partai atau caleg. “Demikian pula baju warna lain, bebas kita pakai. Selama tidak ada tanda-tanda itu,” jelasnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi perihal kegiatan penguatan kader posyandu Kota Ambon yang mana pesertanya menggunakan kaos biru warna khas salah satu partai dan dihadiri Widya Pratiwi Murad dalam kapasitas duta perangi stunting Maluku tetapi juga caleg DPR-RI dari PAN, Ketua Bawaslu Kota Ambon Jhon Talabessy mengaku tak ada kedapatan unsur kampanye didalamnya.
“Panwas kecamatan Sirimau bersama Panwas kelurahan/desa setempat mengawasi secara langsung acara posyandu bersama ibu Widya. Dan dari hasil pengawasasan, tidak ada unsur kampanye maupun ajakan dukungan politik,” terangnya via pesan WhatsApp, Senin malam.
Demikian pula soal warna baju menurutnya, tidak termasuk dalam defenisi kampanye kecuali ada logo, nomor urut partai dan nomor urut calon. (MR-02)











Comment