AMBON,MRNews.com,- Suksesi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku baru akan dihelat September tahun 2024 mendatang, pasca gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) baik Legislatif maupun Presiden 14 Februari 2024.
Akan tetapi, bursa kandidat pengganti Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku saat ini, Murad Ismail dan Barnabas Orno yang akan “turun tahta” September mendatang sudah mulai mencuat ke publik.
Pasalnya 2023 ini merupakan tahun politik dan figur-figur potensial dari latar belakang politisi, pengusaha hingga militer mulai tunjukkan “tajinya”.
Sebut saja ada mantan Pangdam XVI/Pattimura yang saat ini menjadi Deputi di Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Jeffry Apoly Rahawarin, lalu ada nama Febry Calvin Tetelepta, Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP), Ketua DPD Golkar Maluku Ramly Umasugi hingga mantan anggota DPR-RI yang juga pengusaha Sonny Waplau.
Dua nama awal malah makin gencar mensosialisasikan diri ke warga Maluku baik secara langsung maupun melalui ucapan-ucapan simpatik di Baliho, Spanduk, Banner di seantero tanah Raja-raja. Demikian pula Waplau.
Namun tak ketinggalan satu nama lain yang ikut dibincangkan publik akhir-akhir ini dan digadang-gadang bakal bersaing merebut kursi Maluku 1 ialah Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Marthinus Hukom.
Merespon hal itu, Jenderal Bintang Dua tersebut yang diminta tanggapannya merespons diplomatis dan santai.
“Saya masih jauh dari itu semua. Karena saya masih empat tahun lagi di kepolisian (pensiun-red), jadi biarkan lah figur-figur yang punya keunggulan sebagai pemimpin masa depan Maluku lah yang bersaing,” ujarnya diselingi tawa kecil.
Memang, hari ini Hukom, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991 itu yang berpengalaman dalam bidang reserse tepat berusia 54 tahun dan pensiun di anggota Polri baru terjadi di usia ke-58.
Namun perjalanan mantan Dankor Brimob Polri, Murad Ismail yang saat itu masih aktif tapi pada akhirnya memilih pensiun dini dari Polri hanya karena ingin maju Gubernur Maluku, bisa saja dilakukan sosok Marthinus Hukom.
Tentu apabila hasil survey terkait elektabilitas dan akseptabilitasnya tinggi karena masyarakat Maluku ingin adanya perubahan lebih baik dengan kepemimpinan Gubernur baru dan jika partai politik meminangnya.
“Ada kader partai. Saya kan masih polisi aktif. Saya masih mencintai Maluku dan mencintai Polisi. Jadi biarkan lah saya menciptakan keamanan Maluku dari perspektif saya selaku petugas keamanan,” pungkasnya.
Menarik dinanti perjalanan Irjen Pol Marthinus Hukom, pria kelahiran Ameth-Nusalaut yang pernah habiskan masa tumbuh kembangnya di Desa Galala-Hative Kecil, akankah tetap di Korps Bhayangkara atau “putar kemudi” melenggang ke panggung kontestasi Pilkada Maluku?. (MR-02)











Comment