AMBON,MRNews.com,- Ekspor Maluku pada Desember 2018 mencapai US$ 19,47 juta dengan komoditi barang migas dan non migas. Nilai ini meningkat sekitar 1.318,76 persen jika dibandingkan nilai ekspor Maluku bulan November 2018 yakni sebesar US$ 1,37 juta yang hanya berasal dari komoditas non migas.
Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumanggar Hutahuruk, ekspor Maluku Januari-Desember berasal dari kelompok minyak mentah sebesar US$ 40,70 juta dan kelompok ikan dan udang sebesar US$ 10,73 juta. Dimana komoditi minyak mentah yang diekspor adalah minyak petroleum mentah. Komoditi ikan dan udang yang diekspor adalah jenis kerapu, ikan segar tuna sirip kuning, ikan tuna segar, ikan segar tuna sirip kuning, fillet frozen ikan tuna, cakalang dan frozen yellowfin tuna belly serta ikan asap.
“Perbandingan nilai ekspor Maluku Januari-Desember 2018 terhadap periode yang sama tahun 2017 menunjukkan peningkatan sekitar 13,42 persen,” ujarnya kepada awak media di kantor BPS Maluku, Jumat (1/2/19).
Pada Desember 2018, kata Hutahuruk, ekspor Maluku dilakukan ke negara anggota ASEAN yakni Malaysia dan Vietnam serta beberapa negara di kawasan Asia lainnya yaitu Hongkong dan Jepang. Dimana ekspor terbesar berupa Migas menuju ke negara Malaysia yaitu senilai US$ 17,41 juta, sedangkan nilai ekspor terkecil menuju Hongkong berupa non Migas yakni sebesar US$ 0,30 juta.
Selain itu, ekspor Maluku juga merambah Amerika Serikat dengan nilai US$ 0,61 juta. Artinya, jika dibandingkan dengan November 2018 maka terjadi peningkatan ekspor ke negara Asia lainnya sebesar 31,73 persen dan 0,48 persen di Amerika Serikat.
“Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, ekspor Maluku menuju negara anggota ASEAN alami penurunan 5,43 persen sedangkan ekspor ke kawasan lainnya dan Amerika Serikat meningkat masing-masing 374,43 persen dan 3.694,33 persen. Negara tujuan ekspor Maluku hingga Desember 2018 didominasi negara Malaysia sebesar 79,14 persen,” bebernya. (MR-02)









Comment