by

Diawali Pedagang Amplaz, Pemkot Sosialisasi Visit Ambon 2020

AMBON,MRNews.com,- Diawali dengan pedagang Ambon Plaza (Amplaz) yang jumlahnya kurang lebih 300 orang, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai sosialisasi tentang program atau kalender of event tahun 2019 terutama dalam rangka menuju Kota Ambon sebagai daerah tujuan wisata atau visit Ambon 2020.

Pasalnya, Amplaz menjadi salah satu ikon cukup lama kota Ambon yang berada tepat di pusat kota dan para pedagang merupakan warga kota yang harus diajak untuk mensukseskan program dan kebijakan Pemkot Ambon, terutama dalam aspek dukungan tentang kebersihan, keamanan, ketertiban dan kenyamanan didalam Amplaz maupun lokasi sekitarnya.

“Oleh karena itu dalam kebijakan pemerintah kota, telah kita rencanakan mulai hari ini (kemarin-red), kita lakukan sosialisasi tentang program dan kebijakan Pemkot Ambon terutama kesiapan masyarakat menyambut visit Ambon 2020. Pedagang Amplaz menjadi yang pertama. Terutama kita mau ajak soal penanganan masalah sampah, kebersihan, kesehatan, keamanan (kebakaran), ketertiban,” ujar Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat bertatap muka dengan pedagang Amplaz di Platinum Cineplax Bioskop, Selasa (29/1/19).

Bukan saja pedagang Amplaz, kata Walikota, Pemkot Ambon akan pula lakukan sosialisasi kepada masyarakat mulai dari desa, kelurahan, negeri, bagaimana kebijakan Pemkot diharapkan juga direspons masyarakat kota Ambon secara baik. “Terciptanya kedamaian dan ketertiban di kota ini hingga sekarang, berkat partisipasi semua masyarakat, baik Muslim, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, Konghucu yang ada rasa memiliki ini kota sebagai rumah bersama. Sehingga mampu membawa kita mendapat apresiasi Kemenag lewat Harmoni Award 2018, kota paling rukun di Indonesia. Itu harus kita jaga,” tukasnya.

Pasalnya, diakui Walikota, syarat ditetapkannya menjadi kota tujuan wisata 2020 oleh Kemenpar adalah kota harus aman, bersih, tertib. Sehingga Pemkot Ambon tahun ini tentu bekerja keras tak hanya secara fisik, tapi mendorong kerja sosial, solidaritas masyarakat untuk sadar tiga aspek diatas, dalam semangat bersama Ambon lebih baik kedepan. Hal paling utama bagaimana pelayanan publik kepada masyarakat. Karena kalau bisa melayani masyarakat kota ini secara baik otomatis akan berdampak bagi tingkat kesadaran membayar pajak yang baik dan segala hal baik lain.

“Tidak membuang sampah sembarangan, tertib parkir, tertib bayar pajak, tertib berjualan, tertib berkendara. Tidak boleh lagi ada pedagang berjualan di sepanjang jalan Sam Ratulangi dan diatas trotoar. Taman depan Amplaz akan kita benahi seperti AY Patty, kontainer sampah akan ditambah supaya warga tidak buang sampah di taman, parkiran Amplaz diatur pula agar tidak semrawut. Perlahan-lahan kita akan benahi supaya bersih dan tertib. Sampai angkot-angkot pun kita akan tertibkan. Pasar Mardika terus jadi PR bagi Pemkot. Kita harus mengambil langkah-langkah itu, dengan tujuan menuju Visit Ambon 2020. Agar orang mendapat kesan akan kota ini ketika datang mengunjunginya,” tutupnya.

Sementara salah seorang pedagang, Abdullah mengapresiasi langkah Pemkot Ambon yang mengumpulkan pedagang pertama kalinya guna sosialisasi program dan kebijakan pemerintah di tahun ini dan 2020. “Kita mendukung yang dilakukan pemerintah. Namun harapannya, pemerintah juga bisa memperhatikan kita pedagang dimana tahun 2024 adalah masa kontrak pengelola Amplaz berakhir dan Pemkot ambil alih. Juga harapannya kita tidak dipersulit dalam pengurusan apapun di Pemkot. Karena kita juga mencari hidup dan membantu pemerintah menjalankan roda perekonomian kota,” tuturnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed