by

Di FTA 2019, Kemenpar Minta Dispar Kembangkan Ukulele

-Maluku-1,374 views

AMBON,MRNews.com,- Dalam pembukaan Festival Teluk Ambon (FTA) 2019, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) RI meminta dinas pariwisata provinsi Maluku dan kota Ambon untuk serius menumbuhkan dan mengembangkan musik tradisional ukulele hingga mendunia agar tidak punah. Salah satunya dengan memasukan festival musik ukulele pada tahun depan dalam calender of event pariwisata Dispar dengan target 1000 ukulele ditampilkan dan dimainkan, apalagi oleh anak-anak.

“Kami Kemenpar harapkan tahun depan bisa adakan 1000 ukulele. Ditampilkan dan dimainkan dalam event khusus oleh anak-anak. Sehari atau dua hari, dengan berbagai lagu daerah dinyanyikan sambil bersenandung. Tujuanya untuk menunjukkan bahwa budaya ukulele masih tetap terjaga di Maluku. Dan itu harus ditumbuhkan sejak dini. Anak-anak bisa mengenal musik tradisional dan kebudayaannya,” tandas staf khusus menteri pariwisata Raseno Arya saat pembukaan FTA 2019 di Pattimura Park, Ambon, Minggu (18/8/19).

Dengan target 1000 ukulele di tahun depan, sebut Raseno, selain bisa meraih rekor MURI sebagai penampil ukulele terbanyak di Indonesia, tetapi juga ukulele dipandang sebagai musik tradisional yang bisa jadi pemikat dunia dan sudah cukup lama hilang, yang baru kembali dimunculkan komunitas anak dari negeri Amahusu, kota Ambon. Untuk menjadi pemicu dan magnet menarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Ambon khususnya dan Maluku umumnya.

“Bisa meraih rekor MURI, tetapi juga untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara lebih banyak ke Ambon dan Maluku. Bisa jadi magnet bagi dunia dengan ukulele. Maka penting didorong masuk dalam event FTA ini atau dibuat event khusus. Kedepan mungkin bisa ada event festival musik jazz, ukulele dan sebagainya. Event seni, pariwisata dan budaya itu jadi daya pikat wisatawan, harus dikembangkan,” tegasnya.

Menanggapi usulan Kemenpar itu, pelaksana tugas Kadispar Maluku Irawan Asikin menyatakan, tentu pihaknya nanti akan melihat usulan membuat event 1000 ukulele. Sebab sudah ada rencana, hanya terlebih dahulu akan menelisik lagi dalam perencanaan di tahun 2020.

“Nanti katong liat akang. Memang kita sudah ada rencana kesitu. Cuma khan harus dilihat lagi di perencanaan untuk 2020, sekarang belum bisa. Mau dibilang target di 2020 juga belum, karena katong belum susun. Kalau sudah susun, bisa masuk di calender of event baru OK,” tukasnya.

Diketahui, FTA 2019 dibuka oleh Gubernur Maluku Murad Ismail dengan pemukulan tifa bersama staf khusus Menpar Raseno Arya, walikota Ambon Richard Louhenapessy, perwakilan pemerintah kota Jakarta Selatan dan ketua tim penggerak PKK Maluku Widya Murad Ismail sekaligus penyerahan tumbler oleh Gubernur kepada millenial sebagai wujud komitmen Ambon, Maluku bebas sampah plastik.

Event FTA yang masuk sebagai satu dari 100 wonderful event KemenPar mengusung tema exotic milenial Maluku peduli Teluk Ambon. Dengan kegiatan selama tiga hari yakni gerakan mengurangi sampah plastik, workshop busana tenun Maluku dan lomba peragaan busana, workshop fotografi dan lomba fotografi, bersih pantai dan teluk Ambon melibatkan semua pihak, pameran ekonomi kreatif dan talkshow ekonomi kreatif, panggung hiburan, lomba arumbae manggurebe libatkan 6 desa/negeri, pameran 100 hari kerja Gubernur-Wagub yang digagas Bappeda. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed