AMBON,MRNews.Com.-Dewan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didampingi tim dari kementerian Luar negeri (Kemenlu), Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)melakukan kunjungan kerja ke Maluku,sebagai bagian dari salah satu daerah di kawasan timur Indonesia. Kunjungan dewan pangan ini diterima langsung oleh plt. Asisten I Setda Maluku, Henry Far-Far di ruang rapat lantai dua Kantor Gubernur Maluku (16/04) yang juga turut hadir juga Dinas Pertanian Maluku, Dinas Ketahanan Pangan Maluku dari sektor perikanan. Bahkan Dirjen KKP juga turut hadir didalamnya.
Kementerian Luar Negeri, Dirjen Perlindungan Sumber Daya, Milanto Prabowo beserta tim, bahkan tenaga Indonesia yang ada di luar negeri.
Kepada wartawan usai pertemuan, Far Far menyatakan,Kehadiran tim pangan PBB ke Maluku adalah ingin memastikan apakah pangan lokal di Maluku masih mampu melayani hak masyarakat atas pangan lokal ataukah tidak. Lantaran bagi mereka masyarakat wajib menerima Hak pangan, itu bagian dari Hak asasi Manusia (HAM). Karena mengingat beras merupakan komoditas konsumsi utama masyarakat saat ini.
Namun dari penjelasan instansi terkait, ternyata di daerah Maluku, beras bukanlah komuditas konsumsi utama, tetapi ada juga ubi-ubian, sagu, dan jagung.
Dijelaskan, wilayah pengembangan padi di Maluku berada pada Pulau Buru dan Pulau Seram, dan itu masih terus dikembangkan.
” Kita bagian dari masyarakat indonesia yang juga harus mendukung pangan lokal. Pemerintah juga telah merancang seluruh program tentang bagaimana intensifikasi pertanian kita terutama pada produksi padi,” jelas Far Far.
Mereka berkeinginan, pangan lokal yang sudah ada di Maluku harus terus dikembangkan. dan pemerintah Daerah dalam perencanaan juga telah memprogramkan hal ini, terutama dalam bidang pertanian.
Lanjut Far Far, Hasil dari pertemuan adalah memastikan petani di Maluku harus memiliki akses untuk bertani, ada juga bantuan pemerintah dalam rangka pemberdayaan pada sektor masing-masing yang terus digalakan oleh pemerintah, terutama pada sektor pangan lokal yang harus lebih diutamakan. (mr-06)











Comment