AMBON,MRNews.com,- Dewan adat Ursiuw dan Loor Lim di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual) menyerukan perdamaian.
Seruan perdamaian disampaikan setelah dilaksanakannya pertemuan di kediaman Raja Faan, Desa/Ohoi Faan Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Jumat (29/7) lalu.
Pertemuan dilaksanakan untuk menyikapi konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Malra maupun Kota Tual, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah Rat/Raja. Diantaranya Rat Famur Danar, Rat Abdul Gani Hanubun (Ketua Dewan Adat), Rat Faan, Patrisius Renwarin (Sekretaris Dewan Adat), Rat Ihibes Nerong, Moh Ekan Refra, Kat’el Ohoinangan, Mahmud Rusak, Rat Maur Ohoivut Watlar, Leopold Rahail, Rat Magrib Matwair, Frans Renfan, Rat Manyew Rumadian, Norbertus Watratan.
Sekretaris Dewan Adat Ursiuw dan Loor Lim, Patrisius Renwarin, selaku Rat Yang Faan, mengaku terdapat sejumlah poin dalam pertemuan yang dilaksanakan tersebut.
“Dewan adat menyerukan perdamaian,” kata Renwarin.
Selain seruan perdamaian, dalam rapat yang digagas secara bersama tersebut juga meminta seluruh masyarakat Kei, baik di luar kabupaten Malra maupun kota Tual, untuk menjaga Kamtibmas.
“Kepada seluruh warga masyarakat Kei yang berada di Kepulauan Kei maupun diluar Kepulauan agar tetap menjaga situasi Kamtibmas,” katanya.
Masyarakat Kei juga diharapkan agar tidak mudah terpancing dengan isu yang dapat memecah belah perdamaian antar sesama orang basudara.
“Kami Rat Rat Ursiuw – loor Lim Kepulauan Kei mengimbau masyarakat Kei maupun diluar Kei untuk tetap jaga situasi Kamtibmas di kepulauan Kei Nuhu Tanat Kil Kilun ini dalam bingkai Ain Ni Ain, Vuut Ain Mehe Ni Ngifun Ne Manut Ain Mehe Ni Tilur, wir Insoso Ne Lar In Baba dan jangan terprovokasi berita hoax,” ungkapnya. (MR-02)









Comment