by

Davinci Diingatkan Selektif Menunjuk Penyedia Jasa

AMBON,MRNews.- Kementerian PUPR menunjuk Andi Davinci menggantikan Sofian, sebagai Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Maluku. Davinci diingatkan agar lebih selektif menunjuk penyedia jasa dalam mengerjakan berbagai mega proyek di Maluku. Mengingat selama ini proses tender proyek di BP2JK, terkesan dimonopoli dari pihak-pihak tertentu.

”Kepala BP2JK yang baru diminta selektif terhadap penyedia jasa, karena selama ini terkesan terjadi monopoli dari pihak-pihak tertentu,”ujar anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, kepada awak media, Selasa(8/3).

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku itu, , akibat monopoli, proyek yang dikerjakan, tidak berjalan maksimal. Akibatnya, proyek yang menggunakan uang rakyat, tidak dinikmati secara maksimal.

“Sebagai anggota Komisi III, kami juga minta Kepala BP2JK dan seluruh stafnya, agar menyeleksi penyedia jasa dalam mengerjakan pekerjaan fisik di daerah mesti lebih efektif dan rasional, karena kenyataan banyak sekali pekerjaan fisik yang tidak berkualitas dan ada juga yang tidak selesai dikerjakan. Bahkan ada sampai dengan pemutusan kontrak kerja, padahal perkerjaan sudah dikerjakan,”tegasnya.

Dia mencontohkan, jika penyedia jasa tidak mampu mengerjakan proyek, BP2JK tidak perlu lagi akomodir sebagai peserta lelang.

”Apalagi rata-rata penyedia jasa itu dari luar daerah Maluku. Padahal masih banyak penyedia jasa dari Maluku yang memiliki kualitas dan kemampuan dalam mengerjakan berbagai proyek, tap lantas itu tidak diakomodir.

Ditambahkan jika sudah menjadi rahasia umum, saat ini banyak akun palsu, sehingga banyak beredar surat palsu, sehingga dalam pembuktian dokumen biasanya orang datang dengan dokumen yang bisa dipalsukan.

”Dampaknya banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan, baik yang putus kontrak ditengah jalan, misalnya proyek jembatan Waitusa dan Waipulu di Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian (SBT), kontraknya diputus dan yang salah itu siapa, apakah BP2JK, penyedia jasa atau yang punya pekerjaan, ini yang harus menjadi perhatian Kepala BP2JK yang baru” demikian Yermias . (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed