AMBON,MRNews.com,- Hasil Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) versi sekretaris jenderal (Sekjen) Sarifuddin Sudding, Kamis (18/01) di kawasan Bambu Apus Jakarta secara aklamasi mengangkat Marsekal Madya (Purn) Daryatmo menjadi Ketua Umum (Ketum) DPP Hanura menggantikan Oesman Sapta Odang (OSO) yang dilengserkan dari jabatannya karena dinilai melanggar aturan partai.
Sebagaimana dikutip dari laman Kumparan.com, Jumat (19/01) usai Munaslub tersebut DPP Hanura versi Sudding langsung menyambangi Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly untuk mendaftarkan kepengurusannya agar mendapatkan pengesahan.
Pihak OSO dalam kesempatan sebelumnya di beberapa media nasional merasa tidak bersalah atau apa yang dituduhkan sama sekali tidak benar menilai Munaslub tersebut ilegal dan masih menganggap kepengurusan mereka lah yang sah karena mengantongi SK Kemenkumham terakhir.
Dengan demikian, adanya dualisme DPP ini sedikit banyak bisa mempengaruhi konsolidasi internal partai Hanura jelang Pilgub Maluku, kabupaten/kota Juni 2018 nanti dan Pemilu 2019 mendatang. Bahkan kader di daerah pun mulai gelisah atas masalah ini dan seakan tidak solid bekerja memenangkan pasangan kepala daerah yang diusung. Benarkah?
Terhadap kisruh ini, Ketua DPD Hanura Maluku, Ayu Hasanussi yang coba dihubungi ulang-ulang oleh MimbarrakyatNews.com via seluler hanya merespon singkat.
“Saya lagi di Jakarta, maaf e. Lagi rapat penting. Nanti baru ditelpon lagi,” ujar anggota DPRD Maluku itu.
Sementara itu, melalui pesan singkatnya dari Jakarta kepada media ini, Jumat (19/01), Sekretaris DPD Hanura Maluku Temy Oersepunny mengungkapkan, meski berganti ketua umum tapi pihaknya menghimbau seluruh kader Hanura Maluku tetap dalam satu barisan menangkan pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023 yang diusung yakni Murad Ismail-Barnabas Orno (Baileo) .
“Seluruh kader Hanura tetap solid dalam satu barisan bekerja menangkan pasangan yang kita usung di Pilgub. Serta pasangan Balon di dua daerah lainnya Utha Safsafubun-Abdurahman Matdoan (UTHAMA) di Kabupaten Malra serta pasangan Adam Rahayaan-Usman Tamnge (AMAN) di Kota Tual, “himbaunya.
Menurut anggota DPRD Maluku dua periode itu, kisruh di DPP telah selesai dengan adanya Munaslub. Dan, tidak akan berdampak terhadap rekomendasi paslon yang diusung.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kota Ambon, Ahmad Ohorella mengaku, pada prinsipnya pihaknya tidak akan mencampuri urusan yang terjadi di DPP dan mematuhi apa yang menjadi kewenangan DPP.
“Saya pastikan Hanura Kota Ambon secara khusus dan Maluku pada umumnya sangat solid. Kami tidak ingin mencampuri urusan internal DPP. Apa yang menjadi kewenangan DPP kami tetap patuh,” tutup anggota DPRD Kota Ambon tersebut. (MR-05)









Comment