AMBON,MRNews.com,- Dalam hidup ini “biar deng kurang-kurang, yang penting ada” (=walau seadanya, yang penting cukup) itu sudah cukup. Karena “ambel labe jua
“KutiKata “oleh Elifas Tomix Maspaitella (Ketua Umum MPH Sinode GPM)
MAU BIKING SUSAH SAPA? (2 Taw. 24:15-22) AMBON,MRNews.com,- “Biking apapa tuh jang inga diri sandiri” (=melakukan sesuatu jangan memikirkan diri sendiri), karena
Category: Tajuk
Kuti Kata; KURANG APA LAI? (Ams. 3:19-20)
AMBON,MRNews.com,- “Lo akurang nih?” (=Lho, apa yang kurang lagi?) Pertanyaan ini bermaksud menyanggah suatu situasi ketika ada orang yang “barsungut, macang ada
Kuti Kata ; BAJANJI (Kel. 19:1-13)
AMBON,MRNews.com,- “Bajanji” (=berjanji) adalah suatu tindakan yang mengikatkan dua belah pihak secara seimbang. Ada etika di dalamnya. Satu. “Kalu su bajanji, seng
Kuti Kata; TAHANG-TAHANG DENG YANG ADA DOLO (Kel 15:22-27a)
AMBON,MRNews.com,- “Tahang-tahang deng yang ada dolo e” (=bertahan dengan apa yang ada dulu) merupakan ungkapan yang bermaksud mengajak/meminta pengertian baik anak-anak untuk
Kuti Kata; SENG SAMPE HATI (Kel. 3:1-12)
AMBON,MRNews.com,- “Orangtua tuh pung sayang par anana tuh basar” (=rasa sayang orangtua kepada anaknya itu besar). “Beta seng sampe hati lia dong
Kuti Kata; PIKIR PANJANG (Yes. 9:17-20)
AMBON,MRNews.com,- “Biking apapa tuh pikir panjang” (=berpikirlah yang matang sebelum bertindak/melakukan sesuatu). “Jang cuma pikir mata pung sanang” (=jangan untuk kesenangan mata),






