NAMLEA,MRNews,com.- Kendati pemeriksaan ketat dilakukan tim Covid-19 Kabupaten Buru kurang lebih dua bulan terakhir, namun akhirnya tim tersebut mengalami kecelongan dengan adanya orang dari luar daerah masuk.
Mahasiswa asal Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlibur ke Namlea, Ibukota Kabupaten Buru, ketika diperiksa dengan Rapid tes atau tes cepat, terdapat gejala peningkatan pada suhu tubuhnya, sehingga dinaikkan statusnya dari ODP ke PDP.
Diketahui, yang bersangkutan melakukan perjalanan ke Namlea memanfaatkan waktu libur dengan Kapal Dobonsolo tiba di Dermaga Namlea pada 31 Maret 2020.
Dia diajak 11 rekan mahasiswa asal Pulau Buru dari satu Universitas di Jawa dan tinggal bersama- sama disalah satu kamar kost. Semua temannya itu yang pulang ke Buru telah diperiksa melalui Rapid tes dan hasilnya dinyatakan negatif.
“Yang bersangkutan diperiksa dan saat itu pula kondisi badan sedang menurun, maka langsung diisolasi di penginapan Senyum Bupolo Namlea, sebagai tempat isolasi yang telah ditentukan tim Covid-19 Pemda Buru. Setelah hasil Rapid tes menunjukan reaktif (positif), dia dipindahkan ke RSUD Namlea, Rabu (8/4 2020),” kata Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buru Yuliani Rahim kemarin.
Menurutnya, ada pemeriksaan lanjutan dari tim dokter terhadap yang bersangkutan untuk mengambil lendir dari tenggorokan dan akan dibawa ke Ambon untuk diperiksa lagi.
“Dari hasil pemeriksaan inilah, baru bisa diketahui apakah dia ini positif atau negatif terdampak virus covid-19 atau tidak. Oleh karena itu status yang bersangkutan dari ODP dinaikan menjadi PDP” kata Rahim.
Dia juga menyebutkan, saat ini Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi yang juga ketua Gugus Tugas Covid-19 mendadak melakukan rapat terkait kejadian tersebut, agar masalah Covid-19 ini dapat ditindaklanjuti lewat langkah- langkah oleh Pemda Buru.
Selain itu, tambahnya, ditemukan juga 1.074 Orang Dengan Resiko (ODR) atau sebutan lain Orang Tanpa Gejala (OTG), sementara ODP 74. Dari jumlah 74, 17 orang selesai menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat dan sudah kembali ke rumah masing- masing. Sisanya masih 56 ODP di Buru.
“Yang dinyatakan PDP itu melalui Rapid tes oleh Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Buru. Kami dari tim akan mengabari keluarganya di Alor NTT perihal kondisinya. Namun pihak keluarga tidak diperbolehkan datang membesuk anaknya” ujar Yuliani.
Sementara Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Buru Aziz Tomia optimis mahasiswa asal NTT ini bisa sembuh. “Kita di kabupaten telah miliki sejumlah dokter spesialisi penyakit dalam, spesialis penyakit paru bahkan ada dokter Patologi klinik untuk mendiagnosa Rapid tes di Namlea” ujarnya. (MK-06)








Comment