by

Buka DBCF 2018, Walikota: Inspirasi Bagi Lorong Lainnya

AMBON,MRNews.com,- Djalan Baroe Creative Festival (DBCF) tahun 2018 resmi dibuka Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, tepat di lorong kawasan Jalan Baru, kelurahan Honipopu, Selasa (14/8/2018). DBCF dilaksanakan dalam rangka menyongsong peringatan HUT kemerdekaan RI ke 73 dan HUT Kota Ambon ke 443.

Saat membuka DBCF 2018, Walikota memberikan apresiasi atas kreatifitas dan inovasi yang dilakukan anak-anak muda maupun masyarakat kawasan Jalan Baru, karena mampu merubah sebuah lorong menjadi sesuatu yang sangat indah dan bernilai, sehingga memunculkan DBCF. Tentunya, ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua lorong atau gang yang ada di desa/kelurahan di Kota Ambon untuk bisa melakukan hal serupa.

“Ini jadi motivasi kuat buat semua desa/kelurahan lain di Kota Ambon. Contoh yang baik sekali dan betul-betul kreatif bagi kota, saya takjub saat pertama kali datang dan masuk kesini, luar biasa. Semua lorong-lorong harus semakin bagus dan baik juga, maka saya akan dorong lorong-lorong lain juga bisa seperti ini, membuat kreatifitas dan memperindah kota. Saya sangat sukacita,” kata Walikota.

Walikota menilai, kalau semua lorong-lorong seperti disini, betul-betul Ambon manise dapat terwujud dan ini membuat dirinya ingin terus menjadi Walikota 20 tahun lagi. Pasalnya, selain jadi momentum kebangkitan semua lorong yang ada di kota Ambon, tentu dapat mengangkat harkat martabat kota ke skala nasional maupun internasional. Apalagi, sumbangsihnya pasti sangat besar bagi semua lorong yang ada di kota Ambon.

Karena ini menyongsong 17 Agustus dan Idul Adha, maka tambah Walikota, bisa saja kedepan dibuat lomba kampung/lorong warna-warni jelang HUT Kota Ambon atau Idul Fitri. Dengan begitu, bila semua lorong sudah bagus, rapih dan dijadikan swafoto, maka warga pasti tidak akan buang sampah sembarangan dan bisa menata lingkungan dengan baik.

“Saya akan instruksikan semua lurah untuk datang dan melihat, supaya bisa menginspirasi mereka untuk membuat hal serupa di lorong desa/kelurahannya. Saya juga akan instruksikan dinas PUPR, pasang lampu mercury di sepanjang lorong ini sehingga indah di malam hari. Demikian pula akan instruksikan dinas LHP, agar sediakan kontainer sampah dan petugas untuk stanby angkat sampah di lorong dan area festival. DBCF 2018 ini contoh yang luar biasa karena tanpa dibantu pemerintah dari APBD. Maka untuk menunjang proses kedepan, kita akan dorong masuk di APBD-P dan butuh bantuan DPRD,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina tim DBCF 2018, Irfin Latuconsina mengaku, kampungnya dulu terkenal sangat kotor. Namun perlahan atas kesadaran bersama dan lewat insiatif pemuda, maka dibuatlah kampung warna-warni dan DBCF 2018, sehingga jadi ciri khas yang dapat mengangkat nama jalan baru ke tingkat lokal dan nasional. “Kami harap Pemkot memberi bantuan sarana prasarana guna menunjang event creative ini karena merupakan program tahunan, mungkin berupa tempat sampah, tenda kuliner dan lainnya. Ini juga menopang perekonomian dan ekowisata Ambon,” harapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed