AMBON,MRNews.com,- Kasus buaya muncul beberapa hari terakhir di Kota Ambon khususnya di sejumlah gorong-gorong cukup menarik perhatian warga dan berbagai pihak, tak terkecuali Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler pun meminta pasukan pink yang rutin bersihkan gorong-gorong dari sampah dan warga kota untuk hati-hati dalam beraktivitas terutama dekat dengan lokasi termasuk pula pinggiran pantai. Karena jauh lebih penting adalah keslamatan diri ketimbang hal apapun.
“Kepada masyarakat diminta berhati-hati dalam beraktivitas di pinggiran pantai, pesisir. Saya tidak tahu buaya ini masuk dari wilayah mana, tapi kalau sudah berada di pusat kota meski masih di gorong-gorong tetapi kalau sudah begini harus kita hati-hati. Untuk pasukan pink, saya juga minta kalau bisa berhati-hati membersihkan gorong-gorong. Gorong-gorong memang harus bersih, tetapi keslamatan diri itu juga jauh lebih penting. Jadi berhati-hati,” ujar Wawali kepada media ini di sela-sela peninjauan Perpustakaan Kota Ambon, Kamis (14/2/19).
Seiring dengan itu, kata Wawali, dinas dan institusi yang terkait dengan persoalan tersebut salah satunya dinas lingkungan hidup dan persampahan (DLHP) akan coba dikoordinasikan untuk segera mencari dimana lokasi-lokasi buaya berada. Sehingga kalau memang dimungkinkan untuk tangkap, bisa ditangkap dengan cara apapun. Tapi kalau tidak bisa dan dianggap akan membahayakan keslamatan manusia, maka akhirnya akan musnahkan.
Termasuk juga tambah Hadler, pihaknya meminta dan terus mengajak masyarakat tidak membuang sampah di selokan dan gorong-gorong karena salah satu kemungkinan buaya tetap ada juga karena sampah yang menumpuk.
“Itu termasuk. Saya kira sampah menjadi sesuatu yang sangat urgen dan perhatian semua kita. Karena sampah ini bukan saja tanggungjawab Pemkot, tapi tanggungjawab bersama seluruh stakeholder masyarakat yang punya kepentingan sama, sampah harus dibersihkan. Pemkot mau membangun kota ini bersih seperti apapun juga kalau masyarakat tidak sadar, kita tidak mungkin mencapai tujuan yang diharapkan. Keterlibatan masyarakat sangat penting,” ajaknya.
Terpisah, Kepala Resort Pulau Ambon, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Juneidi Sah mengaku, pihaknya hari ini lakukan proses pencarian di beberapa titik, diawali di tempat pertama kali muncul depan kantor Ameks, titik kedua di belakang kantor Ameks dan titik ketiga di kontainer pelabuhan Yos Soedarso. Hasil pencarian belum ada meski berbagai cara coba dilakukan untuk memancing keluar.
“Untuk saat ini kami dengan teman-teman belum mendapatkan hasil yang memuaskan, karena air lagi naik jadi kemungkinan buayanya lagi sembunyi juga. Kami usahakan hari ini akan memasang mata kail untuk tangkap buayanya,” terang Juneidi kepada awak media.
Untuk ukuran buaya pada tiga titik tersebut lanjutnya, menurut informasi masyarakat sekitar dua meter. Tapi belum bisa pastikan benar dua meter atau satu meter karena pihaknya harus lihat secara langsung. Bahwa kemungkinan buaya-buaya itu akan bertelur dipastikan bisa karena lebih dari satu ekor.
“Jadi untuk ukurannya kami belum bisa pastikan. Yang jelas ada buayanya. Kalau dari informasi warga ke kami, ada sekitar dua sampai tiga ekor. Tapi yang kami lihat hanya dua, satunya belum kami lihat. Untuk sementara lagi cari mata kail, umpannya yang biasa bangkai hewan. Kemungkinan untuk bertelur, pasti ada. Karena apalagi lebih dari satu ekor, pasti ada,” tutupnya. (MR-02)











Comment