AMBON, MRnews.com – Badan POM Ambon, sampai saat ini, masih tetap mengkampanyekan program Gerakan Keamanan Pangan Desa di Maluku. gerakan ini telah dilakukan sejak tahun 2014 lalu dan akan berakhir di tahun 2019 nanti.
Gerakan keamanan pangan lokal adalah salah satu program nawacita presiden RI, yakni membangun dari pinggiran desa. Dengan demikian BPOM mendesain program tersebut guna mendorong suatu desa yaang memiliki potensi wisata. agar tercipta sebuah penanganan pangan yang aman dan memenuhi syarat keamanan pangan.
“Dalam program ini kita kita menggandeng pihak yang berkompeten lainnya seperti, Dinas Kesehatanan, Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi. Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pengujian Pangan dan Bahan berbahaya BPOM Ambon,Anita Soenarko kepada MimbarRakyatNews.com di Kantor Gubernur Maluku (14/03)
Manurutnya, dalam upaya itu BPOM telah melakukan intervensi pada lima desa terutama di kawasan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah yang mencakup Tuhaha, Amahai, Ihamahu, Siri-Sori Islam, Ulath dan Haria.
“Lima desa yang terpilih ini dianggap memiliki potensi yang cukup baik dan layak untuk dikembangkan. makanan pangannya yakni, Sagu Tumbu, Halua Kenari, termasuk potensi pariwisata pasir panjang, Amahusu, Banda Naira, tahun ini kita akan intervensi tiga desa di kota Tual,” Tandasnya.
Soenarko menyatakan, pihaknya melakukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan guna meminta masukan terkait dengan desa-desa yang bagus untuk BPOM lakukan intervensi. setelah itu dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus selama dua hari bagi mereka yang akan diangkat menjadi kader dengan maksud kader yang sudah ada ini, dapat mencari kader lagi. untuk nantinya dapat dilihat lagi apakah sudah ada perubahan perilaku ataukah belum angka tidak memenuhi syarat dari produk itu seperti pangan jajanan yang telah melebihi campuran pewarna ataukah tidak. namun sayangnya dari hasil laboratorium justru perilaku masyarakat itu yang sulit dirubah, karena itu kita tetap melakukan upaya dengan bersinergi dengan pihak yang berkompeten lainnya. (MR-06)










Comment