by

BNPB RI: 1234 Orang Meninggal, 799 Luka Berat

-Maluku-2,355 views

AMBON,MRNews.com,- Hingga Selasa, 2 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, jumlah korban jiwa akibat gempa 7.4 skala richter dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/18) sudah mencapai 1243 orang meninggal dunia, sedangkan korban luka berat sebanyak 799 orang dirawat di rumah sakit.

“1234 orang yang meninggal terdiri dari wilayah Kota Palu, sebagian Donggala, sebagian Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Korban meninggal dunia, disebabkan karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami. Adapun sebagian korban sudah dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari,” tandas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB RI, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya yang diterima media ini, Selasa (2/10/18) malam.

Sementara korban hilang kata Sutopo, mencapai 99 orang, tersebar di Pantoloan Induk 29 orang, Donggala 17, Palu 4, Ps Wani 7, Jl Kijang 11, Jl Roja Moici 4, Jl Muh Hatta 25, Patung Kuda 1, Kp Nelayan 1. Sedangkan pengungsi tercatat 61.867 jiwa yang tersebar di 109 titik (jumlah setiap titik pengungsian antara 13-10.068 orang), korban tertimbun 152 orang, rumah rusak 65.733 unit (belum diklasifikasikan RB/RS/RR). Untuk korban yang tertimbun di Petobo, Kabupaten Sigi dan Balaroa, Kota Tual belum dapat diperkirakan jumlahnya.

Prioritas penanganan darurat yang dilakukan diakui Sutopo adalah melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan medis dan jenazah, percepatan pemulihan jaringan listrik, percepatan pasokan BBM, distribusi logistik dan permakanan untuk pengungsi, percepatan jaringan komunikasi, koordinasi penerimaan bantuan asing. Adapun bantuan personil dan perlengkapan tim SAR gabungan terus berdatangan dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian ESDM dan relawan, dimana 15 alat berat digunakan untuk operasi SAR dan tambahan alat berat juga dalam perjalanan.

“Tim Basarnas dan SAR gabungan melakukan pencarian korban di Hotel Roa-Roa (2 orang meninggal), Sigi ( 1 meninggal), Donggala (3 meninggal), Balaroa (13 meninggal), Patobo (5 meninggal), Namboro (5 meninggal), Kabonea (2 meninggal) Petobo Atas (5 meninggal), Teluk Palu (2 meninggal). Operasi SAR di Hotel Roa-Roa, Jono Oge, Mamboro Tondo, Balaroa, Petobo, Sigi dan Donggal, tim SAR sudah mengevakuasi 46 orang (31 selamat dan 15 meninggal). Untuk warga negara asing (WNA) ada 122 orang terkena dampak gempa dan tsunami, 120 sudah teridentifikasi, 2 orang belum diketahui,” jelas Sutopo.

Beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan pasca gempa dan tsunami, tambah Sutopo, yakni listrik padam, akses komunikasi, alat berat terbatas, jumlah personil dan perlengkapan perlu ditambah, kondisi jalan rusak untuk mengirim alat berat dari luar Palu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed