by

BNPB: 844 Orang Meninggal, 744 Sudah Teridentifikasi

-Maluku-1,395 views

AMBON,MRNews.com,- Hingga 1 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, jumlah korban jiwa akibat gempa 7.4 skala richter dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/18) sudah mencapai 844 orang meninggal dunia, 744 orang diantaranya sudah teridentifikasi.

“Terdiri dari 821 orang di Kota Palu, Kabupaten Donggala 11 orang dan Kabupaten Parigi Moutong 12 orang,” tandas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB RI, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (1/10/18) malam.

Korban meninggal dunia, kata Sutopo, disebabkan karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami. Adapun para korban meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari. Sementara korban hilang mencapai 90 orang, korban luka berat 632 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Sedangkan pengungsi tercatat 48.025 jiwa yang tersebar di 103 titik.

Prioritas penanganan darurat yang dilakukan diakui Sutopo adalah melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pemakaman jenazah yang saat ini ada di RS secara masak dan melalui prosedur sesuai dengan aturannya, percepatan pemulihan jaringan listrik, percepatan pengadaan BBM terutama untuk genset rumah sakit dan operator seluler, distribusi logistik dan permakanan untuk pengungsi, percepatan jaringan komunikasi.

“Bantuan personil dan perlengkapan tim SAR gabungan terus berdatangan dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian ESDM sejak tanggal (29/9/18) malam. Tim Basarnas dan tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di hotel Roa-roa, Sigi, Donggala, Balaroa, Patobo, Mall Ramayana, Restaurant Dunia Baru dan pantai Talise Mercure. Untuk warga negara asing (WNA) ada 114 orang yang terkena dampak gempa dan tsunami, tersebar di 13 negara,” jelas Sutopo.

Selain Donggala dan Palu, tambahnya, beberapa titik kerusakan lainnya terdapat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Selain itu, untuk kebutuhan mendesak, diperlukan BBM, solar dan premium, air minum, air bersih dan tangki air, rumah sakit lapangan (obat-obatan, kantong mayat, kain kafan, ambulans darurat, tandu, alat bantu disabilitas dan tenaga medis), tenda pengungsi, terpal, selimut, veltbed, alat penerangan, genset, perlengkapan sekolah, pakaian (balita, anak sekolah, dewasa dan sarung), makanan, alat makan, alat mandi dan perlengkapan sholat.

“Untuk update gempa bumi susulan per 1 Oktober 2018 pukul 11.00 WIB pasca gempa 7,4 SR hari Jumat lalu, sebanyak 254 kali dan dirasakan sebanyak 9 kali,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed