AMBON,MRNews.com,- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon beberapa waktu lalu dalam rangka pemberian sumbangan timbangan kepada sejumlah pedagang pasar Mardika. Namun, hingga kini timbangan tersebut tak kunjung difungsikan pedagang, padahal demi tertib ukur dan menekan inflasi di kota Ambon lewat harga barang. BI melalui kepala perwakilan, Bambang Pramasudi pun menyayangkan hal itu bisa terjadi.
“Kita kerjasama dengan Pemkot untuk memberikan timbangan kepada pedagang, guna menekan inflasi dengan menekan harga dimana pedagang berjual menggunakan timbangan. Tapi kalau bantuan yang diberikan itu tidak berfungsi oleh pedagang, sangat disayangkan sekali,” kata Pramasudi kepada wartawan disela-sela pertemuan dengan media, Rabu (3/7/19).
Tentu diakuinya, kondisi tersebut menunjukkan apa yang dilakukan BI dan Pemkot selama kurun waktu itu mubazir. Apalagi kepentingannya tak hanya menekan inflasi lewat menekan harga barang tetapi juga untuk menunjukkan Ambon sebagai kota tertib ukur. Apalagi Pemkot juga mempunyai anggaran untuk pemberian sumbangan timbangan. Sehingga masalah ini akan dievaluasi kedepannya.
“Jelasnya nanti kita akan evaluasi, dan juga kami akan melakukan koordinasi dengan Disperindag terkait dengan pengawasan mereka di lapangan seperti apa, menyangkut penggunaan timbangan. Kedepan untuk memberikan sumbangan kita akan melakukan evaluasi,” tukas Bambang.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 42 unit alat timbangan disumbangkan kantor perwakilan BI Provinsi Maluku bagi para pedagang di Pasar Mardika Ambon, berlangsung dalam apel pagi di halaman parkiran Balaikota Ambon, Selasa (23/10) yang dihadiri Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku, Bambang Pramasudi, dan seluruh ASN di lingkup Pemkot Ambon. Bambang menyerahkan secara simbolis kepada para pedagang, didampingi Walikota.
“Pemberian bantuan dari BI sejalan dengan ditetapkannya Kota Ambon oleh Kementerian Perdagangan sebagai kota tertib ukur nasional. Alat ukur berupa timbangan salah satu elemen pengukur tingkat inflasi di suatau daerah termasuk Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon. Dimana selama ini, para pedagang di pasar, hanya jual sesuatu dengan sistim perkiraan, padahal untuk mengukur tingkat inflasi sebuah daerah, harus ada parameternya dan timbangan ini salah satunya,” tandas Walikota.
Walikota pun berharap kedepan semua pedagang yang menjual daganganya akan diarahkan menggunakan timbangan, sehingga ada kepastian harga. “Di daerah lain, kita beli telur misalnya, diukur dengan kilogram. Di Ambon ini, diukur berdasarkan prakiraan harga pasar saja. Ini contoh kecil. Kedepan semua pedagang harus memilikinya,” tutupnya. (MR-02)









Comment