AMBON,MRNews.com,- Sejumlah kapal milik PT PELNI masih berlayar mengelilingi Indonesia, termasuk Maluku meski ditengah pandemi Covid-19 dan penolakan singgahi sejumlah pelabuhan untuk naik turun penumpang.
Faktanya, besok dan 17 April mendatang, dua kapal besar PT PELNI diantaranya KM Dobonsolo dan KM Dorolonda akan tiba di pelabuhan Yos Soedarso Ambon untuk menurunkan penumpang yang naik dari beberapa pelabuhan awal yang disinggahi. Namun penumpang ke Ambon diperkirakan sudah jauh menurun.
“Kami masih ada lagi dua kunjungan kapal besar yaitu nanti 15 dan 17 April, KM Dobonsolo dan Dorolonda. Untuk penumpangnya sudah jauh sekali menurun,” kata Kepala PT PELNI Ambon Samto kepada awak media di posko gugus tugas Covid-19 Provinsi Maluku, Senin (13/4).
Dobonsolo katanya, berangkat dari Jakarta tadi (kemarin) jam 11 siang, cuma angkut 50 orang. Harapannya, yang turun di Ambon, paling sekitar 100-150 orang maksimal. Sedangkan untuk Dorolonda, yang sekarang posisinya sudah mau masuk di Bau-bau, posisi penumpang yang akan turun di Ambon hanya 78 orang.
“Mudah-mudahan nanti tambah dari Bau-bau dan Namlea untuk Dorolonda tidak banyak agar kita juga tidak menambah beban lagi untuk Ambon. Artinya saudara kita yang ber-KTP Ambon yang diluar, Allahmudilah, sepertinya sudah mulai terangkut semua dan sudah pulang kampung sini (Ambon) dan daerah lain bersama keluarga. Semoga pelayaran berikut sudah tidak ada penumpang lagi ke Ambon,” jelas Samto.
Sedangkan kapal perintis diakui Samto, pihaknya memberangkatkan dua kapal KM Sabuk Nusantara (Sanus) 106 tujuan Tual-Elat nanti balik lagi ke Ambon penumpangnya tidak sampai 100 orang. Serta Sanus 105 tujuan SBB dan Ternate dengan hampir 200 penumpang luar. Penumpang KTP Ambon tidak diijinkan keluar. Juga ditambah Sanus 87 tujuan Kupang via MBD yang penumpangnya tidak banyak.
“Sementara di MBD yang ber-KTP MBD saja yang bisa turun. Jadi pembatasan yang dilakukan mudah-mudahan bisa memutus corona masuk. Kami juga arahkan penumpang kalau ada barang ke Kupang dan sebaliknya, dengan posisi Kupang sudah ditutup, tetapi arus barang masih jalan. Artinya akomodasi barang darisana untuk kebutuhan rakyat MBD, semoga bisa terakomodir Sanus 87 bisa sampai di MBD,” pungkasnya. (MR-02)









Comment