AMBON,MRNews.com,- Untuk ketiga kalinya, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse masuk kampus, namun kali ini dengan memberi kuliah umum di Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti), bersama Direktur Ambon City of Music (AMO) Ronny Loppies, Kamis (13/10).
Mengusung tema “kolaborasi antar Pentahelix menuju keberlanjutan Kota Ambon”, Ririmasse lakukan elaborasi terkait optimalisasi kapasitas organisasi pemerintahan dalam merespons kebutuhan dan ketimpangan pembangunan menuju kota Ambon yang berkelanjutan.
Menurutnya, faktor lingkungan internal dan eksternal sangat mempengaruhi optimalisasi pemerintahan guna merespons kebutuhan dan ketimpangan pembangunan.
Faktor internal itu yakni Kebhinekaan dari sisi Etnis, Ras, Suku, Budaya dan Agama, Reformasi Birokrasi, Budaya Birokrasi,
Inovasi Pelayanan Publik, Partisipasi Masyarakat, Efektifitas Pengawasan Pelayanan Publik, Sumber Pendapatan Daerah Baru dan Lingkungan Hidup.
Sementara sulitnya tercapai agenda internasiol SDG’s (Sustainable Development Goals), Era Revolusi Industri 4.0, Keterbukaan Pasar ASEAN dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Pandemic Covid-19, jadi faktor lingkungan eksternal.
“Pembangunan suatu daerah baik provinsi, kabupaten dan kota, merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, swasta yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Kehadiran pemerintah untuk rakyat, maka dia harus hadirkan kesejahteraan,” tandas mantan Kadis Dukcapil Kota Kupang itu.
Bagi Ririmasse, sinergi Pentahelix yakni pemerintah, swasta, insan pers, masyarakat dan termasuk akademisi didalamnya sangat dibutuhkan dan mesti diperkuat. Tidak bisa satu pihak sendiri, ini demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan di kota Ambon.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menurutnya, membuka peluang untuk bisa berkolaborasi, membangun kerjasama konkrit dengan pihak kampus, termasuk bersama jurusan Kehutanan dan lainnya. Sebab sinergi/kolaborasi, koordinasi dan komunikasi sangat penting sekarang.
“Pemkot siap bekerjasama. Pemerintah butuhkan pikiran kampus dan sebaliknya. Banyak hal bisa kita kolaborasi guna melahirkan kajian akademik berkaitan penataan kota, pengelolaan lingkungan hidup, pertanian, kehutanan demi menjaga keberlanjutan Kota Ambon yang sejahtera kedepan,” kuncinya.
Sebelumnya, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unpatti, Dr Edizon Jambormias menegaskan, kehadiran Sekkot Ambon mewakili pemerintah dalam memberi kuliah umum ke dosen dan mahasiswa Kehutanan harus diapresiasi karena sangat bermanfaat dalam menata peran pemerintah maupun perguruan tinggi.
“Kami harapkan relasi kampus dan pemerintah terjalin baik, melalui keterlibatan insan akademis dalam pembangunan kota Ambon lewat pikiran ilmiahnya. Tetapi juga
bisa kolaborasi untuk KKN tematik, bangun diskursus soal perubahan iklim dalam rangka pengelolaan pulau-pulau kecil dan sebagainya,” pungkasnya.
Diketahui, kehadiran di Jurusan Kehutanan ini kali ketiga Ririmasse masuk kampus, setelah sebelumnya menjadi penguji skripsi eksternal bagi empat mahasiswa di STIA Trinitas Ambon dan narasumber bedah buku dosen FISIP UNPATTI, Dr Zainal Rengifurwarin. (MR-02)







Comment