AMBON,MRNews.com,- Almarhum anggota DPRD kota Ambon dari fraksi Demokrat, Tomwin Rionaldo Tamaela dipandang berbagai pihak memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi dalam tugasnya sebagai wakil rakyat selama ini di empat tahun terakhir pengabdiannya. Karena itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyebut almarhum sebagai Demokrat sejati.
“Almarhum Tomwin Rionaldo Tamaela sebagai seorang politisi muda, pribadi pekerja keras, penuh dedikasi, teguh pada pendirian sekaligus Demokrat sejati,” kata Walikota saat menyampaikan kata pelepasan terhadap almarhum dalam sidang paripurna khusus DPRD kota Ambon di ruang sidan paripurna, Kamis (19/4).
Dikatakan Walikota, selama dua tahun terakhir, Kota Ambon kehilangan tiga putera terbaik yang merupakan wakil rakyat DPRD Kota Ambon. Bulan Juli 2016, kehilangan Haji Husein Toisutta, dua bulan lalu menyusul almarhum Cundrat Pattiasina dan kemarin duka kembali melanda., Dimana almarhum Tomwin Rionaldo Tamaela, yang akrab kita sapa Rio, harus mengakhiri pengabdiannya di dunia dan kembali ke rumah bapa di sorga. .
Almarhum menurut Walikota, adalah salah satu anggota DPRD kota Ambon yang memiliki integritas tinggi, serta mampu bersikap kritis dalam menyikapi berbagai keputusan dan kebijakan politik yang dibuat Pemerintah Kota Ambon. Sebagai politisi muda, almarhum mampu memberi harapan kepada masyarakat kota Ambon, bahwa DPRD kota masih dapatdiandalkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di kota Ambon.
“Sikap politik almarhum, sebagai ketua fraksi Demokrat memang sering membuat ia berbeda. Tetapi ia tetap teguh pada pendirian dan sikap politiknya. Sikap kritisnya terhadap Pemkot Ambon, telah berhasil memposisikan dirinya, sebagai pengawal jiwa kita, seperti yang dikatakan George van Buren, bahwa orang-orang yang mengungkapkan kritik bagi kita, pada hakekatnya adalah pengawal jiwa kita yang bekerja tanpa terbayar,” ungkapnya yang diselingi tangisan sedih.
Lebih lanjut Walikota mengaku, demokrasi tanpa seorang Demokrat sejati, membuat kuasa miskin legitimasi rakyat. Manakala Demokrat sejati tidak pernah merasa bisa, tetapi lebih bisa merasa. Merasakan tuntutan, seruan, keinginan dari pemegang kedaulatan yang sebenarnya yaitu rakyat yang diwakilinya. Itulah yang ditunjukkan almarhum selama menjadi wakil rakyat.
Semasa diamanati sebagai wakil rakyat, tambah Walikota, almarhum telah menjalankannya dengan penuh rasa tanggungjawab. Almarhum telah berhasil, membawa warna baru dalam dinamika politik di kota ini.
“Kepergian almarhum, membuat saya selaku Walikota Ambon untuk kesekian kalinya mengaminkan adadium yang mengatakan, jika ingin melihat sejarah, maka lihatlah para politisi senior. Namun jika kita ingin melihat masa depan bangsa, maka lihatlah pergerakan para politisi muda. Saya sadari kita dilanda duka mendalam karena kehilangan anak, suami, ayah, pemimpin, rekan kerja. Dengan bangga kita berdiri di hadapan jenazahnya, karena kita tahu, almarhum telah mengabdi bagi ibu pertiwi, pekerja keras dan penuh dedikasi,” demikian Louhenapessy.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ambon, James Maatita yang memimpin rapat paripurna khusus tersebut mengungkapkan, perisitiwa ini sangat berat dan sulit untuk diterima secara nyata. Karena harapannya, almarhum masih bisa lebih lama lagi bersama dalam canda dan tawa, serta bertukar pikiran kritis dalam upaya mempertanggungjawabkan amanat rakyat yang diberikan kepadanya.
“Almarhum telah menunjukkan dedikasi dan kapasitasnya, yang patut dicontohi kita semua. Pada pergaulan seseharinya, almarhum dikenal sebagai seorang politisi yang ramah, dermawan serta mudah bergaul. Ini tandanya almarhum sangat mengasihi kita sebagai teman dan rekan kerjanya. Tetapi sesungguhnya Tuhan Yesus lebih mengasihinya. Sekarang bagi kita yang ditinggalkan, dapat melanjutkan nilai-nilai kebajikan yang telah diteladankan kepada kita,” tutupnya.
Rapat paripurna khusus DPRD tersebut diiringi isak tangis, kala peletakan setangkai bunga berturut-turut oleh Walikota, Wakil Walikota, pimpinan DPRD, Sekkot Ambon, Forkopimda, perwakilan OPD Pemkot, perwakilan sekretariat DPRD, pimpinan DPD Demokrat Maluku dan DPC Kota Ambon, bupati MTB Petrus Fatlolon, anggota DPD RI Novita Anakotta, anggota DPRD Maluku Wellem Wattimena, keluarga inti almarhum serta para anggota DPRD, rekan kerja almarhum. Diakhiri dengan pemberian akta kematian dan sumbangan dari Pemkot Ambon kepada keluarga. (MR-05)











Comment