AMBON,MRNews.com – Ketua Komisi I DPRD Maluku Amir Rumra menegaskan, Pemerintah daerah kota Tual terus berkoordinasi untuk pembangunan kembali rumah warga terdampak bentrok Yarler dan Banda Eli.
Ketegasan tersebut disampaikan Rumra menyikapi keresahan masyarakat yang kehilangan rumah dan harta benda usai bentrok buntut dari maslah sepele tersebut.
“Kurang lebih ada 80 rumah yang terbakar pasca kejadian beberapa waktu lalu, hingga saat ini Pemerintah daerah kota Tual terus berkoordinasi mendata jumlah kerusakan baik yang rusak ringan maupun rusak berat,” ungkap Rumra, Kamis (9/2).
Dijelaskan, tentunya proses pembangunan kembali akan dilakukan pemerintah daerah, tidak menutup kemungkinan juga akan dibantu dengan sentuhan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Saya bersama Kapolda Irjen Pol Lotharia Latief langsung menggelar kunjungan kerja turun meninjau untuk mengambil langkah langkah cepat di lapangan, tentunya kebutuhan yang perlu disikapi cepat akan kami koordinasikan,” ulas politisi PKS tersebut.
Pada rapat bersama Kapolda, Walikota, Sekda, Wakil Walikota, bersama jajarannya, juga tokoh agama, Forum Komunikasi Umat beragama (FKUB), tokoh perempuan dan rat setempat, sejumlah hal telah disepakati.
Diantaranya akan melakukan langkah-langkah perdamaian, dan proses penegakan hukum sebagai panglima tertinggi tetap dijalankan.
“Siapapun pelaku penyebab bentrok akan ditindak tegas, biar ada efek jera,” terang Rumra lagi.
Legislator Dapil Kota Tual, Malra dan Aru ini berharap, jangan sampai masyarakat terprovokasi dengan permasalahan ini. Karena alangkah baik kembali hidup sebagai orang basudara sesuai falsafah yang sering dijunjung tinggi masyarakat Kei, Ain Ni Ain.
Terlepas dari kunjungannya dan pimpinan Polri-TNI Maluku juga menurutnya, harus didukung aksi nyata semua stakeholder pemerintah dan masyarakat.
“Saya juga berikan apresiasi kepada, tokoh agama, Forum kerukunan umat beragama (FKUB), Rat setempat, terutama kepada Vat-vat Evav yang berupaya menggalakan aksi spontanitas meredam bentrok, dan aksinya masih berlanjut hingga saat ini, tapi situasi telah kondusif,” ungkap politisi PKS itu.
Rumra yang digadang-gadang maju ke Senayan ini menambahkan, Fangnanan Ain ni Ain hanya milik masyarakat Evav, tidak ada di daerah lain.
Konsep hidup masyarakat yang menjadi kearifan lokal sekaligus kebanggaan suku kei, harus dipelihara dan dijaga dengan baik.
“Jangan dicemari dengan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab, yang nantinya akan merusak tatanan hidup yang telah diukir leluhur Kei,” pungkasnya. (MR-03)











Comment