
AMBON,MRNews.com – Bentrok antar warga kembali terjadi di Elat, kecamatan kei besar, kabupaten Maluku Tenggara (Malra), pada sabtu 12 November 2022
yang menyebabkan (2) orang meninggal dunia, korban luka-luka (52) orang, total (26) rumah dan (2) gedung sekolah yang dibakar massa.
Bentrok tersebut tentu berdampak langsung pada kondisi sosial masyarakat, yang hingga kini dikabarkan masih mengungsi akibat kehilangan rumah dan harta benda.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Fraksi Pembangunan Bangsa DPRD Maluku, Mu’min Refra, Rabu (16/11/2022) saat ditemui media ini di Baileo Karang Panjang Ambon, dengan tegas menyatakan.
“Besar harapan saya, Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri, serta elemen masyarakat bisa bersama-sama mencari format dan solusi yang terbaik agar bentrok ini dapat dituntaskan sampai pada akar-akarnya,” Pinta Refra.
Menurut Legislator Dapil Maluku VI, Kota Tual, Malra dan Aru ini. Pemda harus dapat menjadi fasilitator yang baik kepada semua pihak yang bertikai.
“Para korban harus diberikan pelayanan yang layak dalam artian Negara harus benar-benar hadir, dan turut merasakan apa yang dialami warga masyarakat terdampak bentrok,” Tegas Anggota Komisi I DPRD Maluku ini.
Refra di kesempatan yang sama juga menyampaikan, kepada masyarakat ohoi (desa) Hoar Ngutru, Bombai, maupun elat, agar dapat kembali hidup berdampingan dalam tatanan ain ni ain yang menjadi falsafah hidup masyarakat kei.
“Itu merupakan tatanan yang merekatkan kita karena agama, adat, budaya sudah sejak dahulu diletakan para leluhur sebelum kita, mari sama-sama kita meredam emosi dan amarah, wujudkan narasi damai di ruang publik, agar proses mediasi yang sementara diupayakan Pemda dapat terwujud dengan baik” Demikian Refra. (MR-03)











Comment