AMBON,MRNews.com.- Perilaku tak etis seorang Gubernur Maluku Murad Ismail yang mengajak “bakalai” warganya di Kabupaten Buru ketika berdemo, ikut dibela
Penjabat (Pj) Bupati Buru, Djalaludin Salampessy.
Salampessy membenarkan adanya insiden tersebut di Pelabuhan Merah Putih Kota Namlea, Buru. Namun bukan penafsiran ajak berkelahi.
“Itu cara sapaan saja sebagai orang Maluku. Saya tidak setuju kalau sesuatu yang kemudian diterjemahkan buruk,” kata Salampessy, Sabtu (9/7).
Dia mengaku, pihaknya kaget kalau ada kegiatan yang tidak direncanakan muncul saat kegiatan yang dihadiri Gubernur.
Namun, ingat dia, kunjungan kerja Gubernur meresmikan sejumlah infrastruktur, memberikan bantuan dan tanam padi perdana di Waegeren, sangat berdampak bagi kemajuan didaerah itu.
“Jadi memang kita mesti meresponi dari aspek kemajuan. Saya lihat justru teman-teman responi negatif. Apalagi beliau kunjungan sampai di Waegeren. Mesti kemajuan dan perubahan pembangunan diresponi positif,” ajaknya.
Apalagi, ingat dia, ditengah momentum perayaan hari raya Idul Adha, orang nomor satu di Maluku itu memilih merayakan bersama masyarakat di Bumi Bupolo.
“Saya kira ini jarang dilakukan pemimpin terdahulu. Beliau sangat rindu Sholat Id bersama masyatakat. Ini satu hal yang sangat positif,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Gubernur Maluku Murad Ismail (MI) tak terima didemo warga saat dirinya berkunjung ke tanah Bupolo untuk jalani sejumlah kegiatan, Sabtu (9/7).
Dari video yang beredar di media sosial maupun yang diperoleh media ini berdurasi 29 detik serta live Tribun Ambon dari Namlea, Murad dan isteri bersama rombongan saat itu baru tiba di pelabuhan Merah Putih Namlea.
Murad disambut Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy beserta sejumlah pejabat berpakaian adat Buru, lalu masuk ke tenda VIP.
Acara belum juga dimulai. Tetiba, ada sejumlah pendemo yang belakangan diketahui mahasiswa Kecamatan Batabual datang dari luar tenda VIP area Pelabuhan meneriakkan sejumlah hal.
Mendengar namanya ikut disebut, MI bangkit dari kursi tempat duduknya dan menoleh ke arah pendemo, diluar tenda VIP sembari layangkan tantangan “bakalai”.
“Woe, kasi masuk sini sudah, bakalai (berkelahi) mari. Sudah lama saya ndah bakalai,” teriak mantan Dankor Brimob Polri kepada pendemo.
Widya Pratiwi Murad, isteri MI dan Penjabat Bupati Buru yang duduk bersebelahan, coba kendalikan emosi sang Gubernur.
Gubernur MI ke Buru untuk teken prasasti tanda selesainya 11 pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buru dan melakukan berbagai rangkaian kegiatan. (MR-02)











Comment