AMBON,MRNews.com,- Setiap tahun Australia membutuhkan tenaga kerja dari luar negeri termasuk Indonesia khususnya Ambon. Sehingga untuk bekerja di Australia, tenaga kerja (Naker) asal Kota Ambon harus berkualitas dan bersertifikasi sesuai standart Australia. Karena itu, Vocational Education, Training and Employment Australia (VETEA) sebagai lembaga yang bekerjasama dengan Pemkot Ambon, siap memberikan pendidikan vokasi sekaligus menempatkan Naker asal Ambon di Australia.
“Untuk saat ini, tenaga kerja dari Asia yang mendominasi pasar tenaga kerja di Australia yaitu Filipina dan India, karena didukung kemampuan berbahasa Inggris dan keahlian yang baik. VETEA sangat serius mendatangkan Naker Ambon bekerja di Australia. Buktinya, telah dijalin kerjasama dengan Pemkot Ambon yang ditandatangani di Adelaide, Australia, akhir November 2017 lalu lewat Letter of Intent (LoI) antara saya dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) VETEA, Ahmed Sokarno saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang dipimpin Wakil Walikota (Wawali), Syarif Hadler di kawasan Auburn, Sydney, Australia, Rabu (18/7).
Sementara itu, Wawali Ambon Syarif Hadler berharap, VETEA dan Pemkot dapat terus berkoordinasi sehingga program kerjasama penempatan Naker asal Ambon di Australia dapat terlaksana sebaik-baiknya. Juga tentu mempertegas sikap Pemkot dalam menyeleksi Naker juga akan memperhatikan sejumlah kriteria khusus yang disyaratkan dalam penempatan Naker luar negeri di Australia.
“Pemkot Ambon akan berupaya memenuhi kebutuhan Naker yang diminta di Australia dengan Naker yang berkualifikasi dan bersertifikasi, lewat seleksi dengan memperhatikan kriteria khusus sesuai prasyaratnya,” tandas Hadler dalam rilis tertulis Pemkot Ambon kepada media ini, Kamis (19/7/2018).
Dijelaskan dalam rilis itu, sebelum bertemu CEO VETEA, Wawali dan rombongan juga bertemu Direktur Weighbridge Lawyers, Trilaksono Soeryoatmodjo di kantor tersebut pada kawasan Market Street, Sydney Australia. Dimana pertemuan tersebut lebih difokuskan mendalami konsekuensi-konsekuensi hukum selama bekerja di Australia serta pengalaman Weighbridge Lawyers dalam mendampingi Naker Indonesia selama ini yang bermasalah dengan hukum Australia. Sehingga hal itu dapat diantisipasi dalam implementasi LoI antara Pemkot-VETEA guna penempatan Naker asal Ambon di Australia.
Usai pertemuan, rombongan Pemkot Ambon berkesempatan meninjau Bankstown Club sebagai salah satu lapangan kerja yang bakal ditempati Naker asal Ambon di Australia khususnya di bidang hospitality.
Saat pertemuan, Wawali bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jacky Talahatu, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa Rulien Purmiasa, Kadis Tenaga Kerja G.I.S Soplanit, Kabag Kopimpro Yan Suitella, dan Kasubbid Kominfo, Perhubungan, Perumahan dan Permukiman Bappeda Litbang, Titi Oratmangun. Hadir juga Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Sydney, Sri Moertiningroem, Deputi Direktur IIPC, Ruly Fitrah dan Konsul Bidang Ekonomi pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, Silvia Juliana Malau. (MR-02)











Comment