by

Banjir Bandang di SBT, 842 Jiwa Mengungsi, 57 Rumah Rusak

JAKARTA,MRNews.com,- Sebanyak 842 jiwa mengungsi akibat banjir bandang dan gelombang pasang yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku pada Selasa, (22/2) pukul 18.00 waktu setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT melaporkan sebanyak 355 Kepala Keluarga (KK) atau 1.399 jiwa terdampak dan 842 jiwa diantaranya mengungsi.

Titik pengungsian berada di Somel Negeri Adm Hote, Kompi Senapan C Kaberasi dan sebagian dievakuasi ke rumah saudara yang lebih aman.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, sesuai laporan BPBD Kabupaten SBT, banjir menggenang di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bula tepatnya di Desa Sesar dan Dusun Kampung Nelayan.

Kemudian Kecamatan Bula Barat, tepatnya Desa Negeri Adm. Hote. Kecamatan terakhir yang terdampak yakni Kecamatan Teluk Waru, tepatnya Desa Negeri Beli, Negeri Waru dan Negeri Solan.

“Banjir menyebabkan 57 unit rumah rusak yakni 45 unit rumah rusak berat, 3 unit rusak sedang, 9 unit rusak ringan dan satu saluran air sepanjang 1.500 meter rusak berat,” tandas Muhari dalam rilisnya yang didapat media ini, Kamis (24/2).

Selain melakukan evakuasi dan mendirikan tenda pengungsian, BPBD Kabupaten SBT juga kata dia, telah memberikan bantuan berupa selimut, bantal, air mineral, terpal dan tanki air serta terus lakukan pendataan kebutuhan terhadap korban terdampak.

Ditambahkan, kondisi alam di Maluku masih belum menentu. Sebab oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman websitenya telah mengeluarkan peringatan dini tiga harian, pada Kamis (24/2) hingga Sabtu (26/2).

Menurut BMKG, masyarakat harus waspada hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Kota Tual, Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan juga masyarakat melakukan upaya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah, khususnya di puncak musim hujan ini,” harapnya.

Pasalnya, meskipun sudah menuju akhir musim hujan, tetapi potensi hujan dengan intensitas tinggi dan dalam durasi sedang hingga lama masih berpotensi terjadi.

“Ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, masyarakat juga diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menyiapkan tas siaga yang dilengkapi peralatan dan perlengkapan yang mendukung prokes dalam kondisi darurat,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed