AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) dan stakeholder terkait terus membangun komitmen guna menurunkan angka stunting di Kota Ambon.
Karena itu, perlu melakukan rapat evaluasi pengendalian program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) tahun 2022.
Kepala DPPKB Kota Ambon, Welly Patty mengaku, rapat ini jadi momentum sangat strategis untuk membangun komitmen bersama antara Pemkot Ambon dan mitra kerja tentang arah dan strategi dalam pengendalian program KKBPK untuk menurunkan stunting di Kota Ambon.
Selain itu untuk menetapkan sekmentasi sasaran sebagai fokus penggarapan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dalam percepatan penurunan stunting.
“Rapat ini hadirkan 150 peserta dari mitra kerja DPPKB, OPD terkait, Camat, kepala desa dan Lurah serta kader KB,” terang Patty di Marina Hotel Ambon saat pembukaan kegiatan, Rabu (13/4).

Sedangkan pemateri yakni Bappeda Litbang Kota Ambon; strategi dan kebijakan penanganan program KKBPK, Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI); Widyaiswara BKKBN Maluku.
Serta pemanfaatan dana desa dalam upaya percepatan penurunan stunting; Dinas PMD Maluku dan evaluasi program KKBPK tahun 2022 oleh Kepala DPPKB Ambon.
Sementara itu, Asisten II Setkot Ambon Fahmi Salatalohy berharap, meski kondisi Pandemi Covid-19, namun harus dapat dipastikan, semua keluarga di kota Ambon terlayani dari sisi kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak, ketersediaan kontrasepsi kepada pasangan usia subur, agar dapat mengatur jarak kelahiran yang akhirnya dapat mempersiapkan generasi masa depan berkualitas bagi kota ini.
“Target pencapaian KB baru untuk tahun 2001 adalah sebesar 7763 peserta dan angka ini berhasil dalam baunya dengan capaian sebesar 7897 peserta KB baru atau 101,73%,” terangnya saat membuka kegiatan tersebut.
Dikatakan, disadari sungguh, mengatasi dinamika pertumbuhan penduduk bukanlah satu hal yang gampang sebab itu penduduk tentu bukan hanya terbatas pada masalah angka-angka dapat menentukan kualitas.
“Menurunkan angka stunting dari 14 persen saat ini ke 2,7 persen di 2024 sesuai target nasional bukanlah sesuatu yang gampang. Maka dibutuhkan dukungan partisipasi dan kerja keras kita semua,” pungkasnya. (MR-02)









Comment