by

Bakumpul, Bacarita & Berbagi Ala KKA Untuk Jemaat Mitra

-Agama-1,337 views

AMBON,MRNews.com,- Dalam renstra Klasis Kota Ambon (KKA), salah satu misi yaitu menjadikan KKA rumah bagi semua. Dalam perspektif itu, tidak saja berkaitan jemaat di KKA atau jemaat lain di pulau Ambon, tetapi seluruh jemaat mesti mendapat berkat juga lewat KKA. Sehingga, KKA merekayasanya lewat kemitraan yang menghidupkan, melalui kegiatan bakumpul, bacarita dan berbagi untuk jemaat mitra di Air Merah, Seram Utara dan Batu Kapira,Wahai.

Ketua KKA, Pendeta Nick Rutumalessy dalam momen itu mengatakan, jemaat Air Merah adalah jemaat sangat kecil saja di pegunungan, yang kemudian diturunkan pemerintah dan memang sangat kesulitan dari segi transportasi, komunikasi dan juga potensi sumber daya. Dimana mereka sudah membangun gereja hampir 15 tahun namun belum rampung. Sedangkan Batu Kapira, satu sektor di jemaat Wahai, merupakan pindahan dari Taniwel dan perkembangannya cukup berat. Karena memang jemaat Wahai korban rusuh dan banyak warganya keluar, sehingga kekuatan membangun dirinya sendiri pun agak berat.

“Saat survey, memang diarahkan ke Air Merah dan pilihan katong memang ke Wahai, sebab Wahai juga jemaat heterogen sekali, bahkan mayoritas warganya Muslim. Katong berkeinginan memberi supporting semangat supaya mereka punya hidup bersama lebih kuat, tidak merasa sendiri. Itu saja. Sebab, bagi katong membahas kemitraan yang menghidupkan dan gereja orang basudara, bukan sekedar wacana tetapi mesti nyata. Disamping menopang jemaat-jemaat, tetapi katong juga membuka ruang keterlibatan basudara muslim lainnya,” beber Rutumalessy di kantor KKA saat kegiatan tersebut, Sabtu (23/6/2018).

Model yang dilakukan KKA kata Rutumalessy,dengan mengundang sejumlah pihak terkait, elemen masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk datang, makan bersama serta berbagi. Dengan demikian, kesempatan itu diharapkan bisa mendorong warga gereja khususnya dalam kesediaan memberi dan berbagi dari kelebihan yang ada.

“Hitung-hitungan, targetnya kita butuh sekitar Rp 100-150 juta. Tapi karena sudah banyak bersedia membantu semen, tripleks, senk, tegel, maka nanti akan kita kumpulkan dan distribusi. Selain juga, kita berharap nanti KKA bisa punya 1 unit yang tugasnya membangun kerjasama lintas, menggalang dana guna menopang, mengintervensi. Bukan saja bagi jemaat GPM, tetapi juga bagi warga masyarakat yang membutuhkan, melakukan PI diakonal transformatif itu,” jelas mantan ketua klasis GPM Kairatu itu.

Menyikapi jalinan kemitraan KKA tersebut, Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pendeta E.T Maspaittela menyambut dengan gembira, sebab ini wujud dari GPM berjalan bersama, saling berbagi untuk mendorong pertumbuhan jemaat-jemaat, terutama di luar wilayah pulau Ambon. Dan ini bagi GPM, merupakan bagian dari kemitraan jemaat.

“Dalam persepektif kemitraan, kita sebenarnya juga menghendaki supaya gereja ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi serta kekuatan percepatan pembangunan di seluruh wilayah di luar pulau Ambon. Bukan karena masyarakat tidak disentuh pemerintah dengan program-program pembangunannya. Tetapi ini bagian keterpanggilan gereja, tidak hanya melihat dan mendengar, realitas jemaat-jemaat yang miskin. Karenanya, memerlukan topangan gereja itu, telah menjadi bagian dari komitmen panggilan ber-GPM,” demikian Maspaitella, yang juga Ketua Umum PB AMGPM itu. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed