by

BAILEO “Kampanye Terselubung” di Batu Merah, Panwascam : Ini Pelanggaran

-Politik-1,457 views

AMBON,MRNews.com,- Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Sirimau, kota Ambon, menemukan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku nomor urut 2, Murad Ismail-Barnabas Orno (Baileo) telah melakukan kampanye terselubung di kawasan depan masjid Batu Merah, Sabtu (17/3) sore. Kampanye tersebut didesain dalam bentuk makan patita dan kumpul basudara.

“Bagi kami Panwas ini kampanye terselubung. Karena hari ini (Sabtu-red) merupakan hari raya Nyepi dan tercatat libur nasional sehingga jadwal rapat umum ditiadakan atau tidak terjadwal untuk pasangan apapun. Meskipun di desain dalam bentuk makan patita dan kumpul basudara,” tandas Anggota Panwascam Sirimau, Abraham Seitte,SH kepada media di lokasi.

Selain tidak terjadwal, kata Seitte dikategorikan kampanye terselubung karena juga kegiatan itu tidak memiliki surat izin pihak kepolisian dan tidak ada pemberitahuan kepada Panwas. Serta terdapat Alat Peraga Kampanye (APK) di areal lokasi, serta menghadirkan kandidat.

Lebih lanjut menurut Seitte, karena sudah menyalahi aturan, maka semestinya kegiatan harus dihentikan. Tetapi karena panitia atau penanggungjawab ngotot untuk tetap jalan, akibat sudah dilakukannya persiapan kegiatan maka diberi ruang.

“Kita sudah komunikasi dengan penanggungjawab, sebenarnya harus dihentikan. Tapi karena sudah persiapan dan ngotot untuk tetap jalan, kita beri ruang. Kita juga tidak mungkin ngotot terus di TKP karena dampaknya negatif nanti. Ini kita lihat sebagai temuan pelanggaran,” paparnya.

Kalau makan patita dan kumpul basudara sebagaimana alasan panitia, maka berarti menurut Seitte tidak boleh ada unsur-unsur gambar kandidat dan programnya, kehadiran kandidat serta orasi politik kandidat soal visi misinya, bahkan ajakan untuk memilih, dan menyalahi aturan karena memang ada.

Akibat terdapat temuan pelanggaran, pihaknya kata Seitte akan segera melayangkan panggilan kepada penanggungjawab kegiatan serta tim kampanye pasangan, bila diperlukan. Guna melakukan klarifikasi terkait temuan pelanggaran kampanye.

“Kita akan kaji. Hal-hal mana yang diperlukan klarifikasi maka kita akan tindaklanjuti. Yang pasti secepatnya, karena waktu klarifikasi sesuai aturan tidak lebih dari tiga hari sejak kejadian. Paling lambat hari Senin kita sudah panggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi soal temuan pelanggaran itu di Panwas,” demikian Seitte.

Sementara itu, Cagub Murad Ismail yang hadir dalam kegiatan di Batu Merah tersebut tanpa didampingi Orno, membantah kampanye terselubung yang dilakukan pihaknya karena hanya kumpul basudara dan makan patita.

“Ini bukan kampanye. Tapi acara kumpul basudara. Jadi kalau ada Panwas, silahkan ikut mendengar, mencatat namun ini bukan kampanye. Sampai kapanpun, saya tidak akan melupakan hari ini. Injak kaki disini dan mendapat sambutan luar biasa. Ini yang membuat saya yakin orang Batu Merah, bukan siapa-siapa dan tidak main-main soal,” tandasnya.

“Saya dan isteri sudah hidup di Jakarta dengan cukup enak. Tapi karena ini panggilan hati untuk kembali ke Maluku, karena saya melihat Maluku beberapa tahun belakang ini tidak ada kemajuan sama sekali dan saya merasa berdosa apabila, saya tidak kembali ke Maluku untuk menjadi pembuka jalan bagaimana Maluku kedepan bisa sejajar dengan daerah lain, tidak dipandang sebelah mata,” sambung mantan Kakor Brimob Polri itu sembari akhiri orasi. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed