AMBON,MRNews.com,- Guna mempromosikan kota Ambon sebagai city of world music (kota musik dunia) tahun 2019 dan kota tujuan wisata (visit Ambon) 2020 terutama dalam mengangkat nilai seni dan budaya yang hilang saat ini, pemerintah kota (Pemkot) Ambon akan melaksanakan kegiatan Ambon Extravaganza bulan Mei mendatang. Sejumlah agenda pun telah direncanakan dan akan dibahas beberapa hari kedepan sebagai langkah awal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat mengatakan, sesuai undangan dari event organizer (EO) yang mengkordinir Ambon Extravaganza, Selasa (26/3/19) ada rapat di Jakarta dan merupakan rapat perdana membahas jaringan berkaitan kegiatan tersebut, sehingga kepala dinas Kominfo-Sandi akan bersama ikut. Hari kedua, tindaklanjut dari rapat awal untuk menentukan kalendernya, tanggal event, teknis dan lainnya. Sedangkan hari ketiga, dilakukan rapat libatkan Walikota Ambon dengan para duta besar (Dubes) negara-negara pasifik yang akan membantu mempromosikan event itu ke negaranya.
“Tanggal 26-28 Maret kita akan rapat. Karena bicara jaringan website, pa Kadis Kominfo-Sandi juga hadir bersama saya dan staf, itu hari pertama. Berikut tanggal 27 tindaklanjut rapat awal guna menentukan kalender event. Hari ketiga nanti bersama pa Walikota, kita dan EO rapat dengan para Dubes yang akan mereka promosikan event lewat Dubes, libatkan Dubes negara pasifik. Kehadiran pa Walikota penting, karena bulan September ada festival musik negara pasifik. Disitulah beliau akan undang Dubes negara pasifik yang nanti negaranya terlibat di event itu,” tandasnya kepada media di Balaikota, Senin (25/3/19).
Konsep Ambon Extravaganza, akui Hayat, secara garis besar EO sudah mendudukan item-item kegiatan, dimana ada beberapa festival yang karena temanya hidden treasure atau harta peninggalan yang tersembunyi, maka lewat event itu akan diangkat lagi ke permukaan terutama seni dan budaya. Yakni lomba vocal group, yang lama hilang dan diangkat lagi, lomba nyanyi solo lagu-lagu Ambon. Karenanya dengan AMO sudah berdiskusi untuk tentukan lagu wajib dan ketiga lomba antar sanggar tarian, serta pemilihan jujaro mungare.
“Itu yang akan kita angkat lagi lewat festival di event Ambon Extravaganza. Intinya, kegitan itu bertepatan dengan low session untuk Ambon. Maka dengan kendala tiket pesawat mahal dari dan ke Ambon, kita kemarin sudah bicara juga, kalau bisa ada upaya pemerintah untuk menurunkan harga tiket, paling tidak supaya menarik orang datang ke kota Ambon khususnya,” tukas Hayat.
Ambon Extravaganza juga tambahnya, memiliki dampak positif karena ada juga pesta kuliner Ambon, yang mengakomodir potensi usaha kecil dan partisipasi masyarakat di desa/negeri karena diadakan di beberapa desa. Selain itu, ada pula pentas musik, festival kora-kora didalam Teluk Ambon dan glow/colour fun run.
“Kegiatan-kegiatan ini sangat positif karena ada aspek budaya, seni diangkat. Juga sasarannya kaum milenial. Lagu-lagu dulu yang hilang, sekarang kita angkat lagi juga tarian budaya. Sebab sanggar yang terdaftar di dinas kurang lebih ada 40. Dengan demikian, bisa memacu mereka berkreasi, berinovasi menciptakan kreasi baru. Itu yang Pemkot ingin dorong,” tutupnya. (MR-02)










Comment