by

Baguala Borong Juara B2SA & Lomaser Ikan Tingkat Kota

AMBON,MRNews.com,- Kecamatan Baguala memborong dua juara sekaligus pada festival pangan lokal (FPL) beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) serta lomba makan serba (Lomaser) ikan tingkat kota Ambon tahun 2019 yang digelar di balai pertemuan nelayan pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Tantui, Kamis (27/6/19). Baguala pun berhasil menggondol trophy bergilir Walikota Ambon dan akan mewakili Kota Ambon pada lomba tingkat Provinsi Maluku.

Mereka mengusung menu utama Scomber Crispy Gandaria, Winnie Pinkan Tuna dan Keranjang Bina pada Lomaser Ikan. Sementara juara umum kedua menjadi milik kecamatan Sirimau dan kecamatan Teluk Ambon juara umum ketiga.

Sesuai hasil lomba B2SA yang dibacakan ketua dewan juri, Sugiatmi dari Badan Ketahanan Pangan RI, juara II dari Nusaniwe, juara III dari Sirimau. Untuk Lomaser Ikan, pembacaan pemenang dilakukan Chef Ken, dari Master Chef Indonesia Season II, dengan hasil juara I Teluk Ambon, juara II Baguala dan juara III Nusaniwe (kategori kudapan); juara I Baguala, juara II Sirimau dan juara III Teluk Ambon (menu balita); juara I Baguala, juara II Sirimau dan juara III Teluk Ambon (menu keluarga).

Sugiatmi dari Badan Ketahanan Pangan menilai, semua peserta sudah memahami konsep B2SA dengan baik, tinggal memadukan antara pangan lokal dan nasional menjadi masakan yang lebih berkualitas. Sedangkan Chef Ken mengaku, peserta seluruhnya di Lomaser Ikan sangat baik, hanya sedikit kurang berani untuk bereksperimen atau eksplor menu.

“Mereka menilai apa yang dibuat itu sudah wah, padahal sebetulnya belum. Apalagi ada menu yang sama. Maka perlu eksplor menu guna memiliki nilai jual tinggi ketika dikonsumsi semua orang dari berbagai kalangan,” tukanya.

Sebelumnya, Asisten I Setkot Ambon Mien Tupamahu saat membuka lomba menegaskan, sebagai kota yang dikelilingi laut menjadikan Ambon selaku lumbung ikan baik secara lokal maupun nasional, maka Lomaser Ikan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih mencintai makan ikan dengan beragam jenis olahan, mengingat ikan sebagai sumber protein tinggi dan mudah dijangkau keluarga. Diharapkan lewat FPL B2SA dapat memantapkan kemandirian pangan lokal dan pelestarian sumber daya alam, dengan memanfaatkan hasil potensi alam daerah seperti sagu, jagung, singkong, ubi jalar, pisang, sukun dan lain yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Dengan proses pengolahan menjadi bahan pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi dan mampu meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan dapat membantu penambahan pendapatan rumah tangga. Saya harapkan agar kita semua dapat mempertahankan kearifan lokal terhadap budaya pola pangan setempat, salah satunya melalui promosi dan sosialisasi agar timbul kepercayaan diri bahwa pola konsumsi pangan lokal adalah hal sangat bijaksana untuk dipertahankan baik dari segi kesehatan maupun pelestarian budaya,” tukas Tupamahu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ambon, Steven Patty menambahkan, FPL B2SA dan Lomaser Ikan tahun 2019 kerjasama DKP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan Tim Penggerak PKK kota Ambon, diikuti 7 peserta (B2SA) dan 6 peserta (Lomaser Ikan) dari lima kecamatan.

Dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang kandungan dan manfaat ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan memasak menu keluarga berbahan baku pangan lokal, memperkenalkan ragam menu dan masakan berbahan baku pangan lokal kepada masyarakat, mendukung pemanfaatan sumber daya ikan yang berkedaulatan dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap pangan lokal. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed