AMBON,MRNews.com.- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumanggar Hutauruk kepada wartawan di kantornya beberapa hari lalu menyatakan, tercatat pada April 2018 neraca perdagangan Maluku mengalami defisit sebesar US$ 39,22 juta
” Bulan April 2018 Maluku melakukan kegiatan ekspor senilai Uss 0,20 juta dan impor senilai US$ 39,42 juta. Hal ini dapat diartikan bahwa Maluku mengalami defisit sekitar Uss 39.22 luta pada neraca perdagangan luar negeri.
sejak 2017 Maluku selalu mengalami defisit, kecuali pada bulan April 2017 dikarenakan tingginya impor barang dari luar negeri. Impor barang tersebut didominasi dari sektor migas,” ucapnya.
Disisi lain, ekspor Maluku pada sektor migas, ternyata belum mampu mengimbangi besarnya impor migas dari luar negeri.
Hutauruk menjelaskan, tercatat ekspor migas Maluku selama Januari sampai dengan Desember 2017 hanya sebesar US $ 44.15 juta dan tidak ada ekspor pada Januari-April 2018 sedangkan impor luar negeri mencapai US $150,10 juta ditambah dengan impor non migas sebesar US$ 22,41 juta pada Januari April 2018.
Lebih jauh dirinya membeberkan, Neraca volume perdagangan luar negeri pada Januari-April 2018 juga mengalami defisit sebesar 238,47 ribu ton. yang disebabkan karena besarnya volume impor Maluku (238,62 ribu to dibandingkan ekspor non migas sebesar 0.15 ribu ton. (MR-06)










Comment