AMBON,MRNews.com,- Seluruh Apotek dan Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Ambon sementara dilarang untuk menjual atau meresepkan obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy katakan, larangan tersebut merupakan tindaklanjut Instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada seluruh apotek di Indonesia untuk tidak menjual obat sirup sementara.
“Instruksi itu ditetapkan menyusul dengan dikeluarkanya surat edaran dari Kemenkes RI nomer SR.01.05/III/3461/2022, dengan sifat segera,” beber Pelupessy di Ambon, Kamis (20/10).
Dijelaskannya, larangan untuk sementara waktu apotek dan Fasyankes agar tidak diperkenankan untuk menjual obat dalam bentuk sirop, menyusul terus meningkatnya penyakit gagal ginjal akut pada anak di beberapa wilayah di Indonesia
“Ini merujuk pada laporan Kemenkes soal kasus gagal ginjal akut misterius yang muncul di Indonesia dua bulan terakhir. Yang didapati pada anak usia enam bulan sampai 18 tahun,” tegasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya kata Pelupessy, langsung mengeluarkan surat edaran nomor 442/2584/Dinkes sebagai tindak lanjut instruksi Kemenkes dan sudah disampaikan kepada semua Apotek dan Fasyankes di Ambon.
Dikatakan, penjualan atau pemberian resep obat di Apotek dan Fasyankes hanya diperbolehkan bagi obat dalam bentuk kapsul, tablet atau puyer saja. Sedangkan semua jenis obat sirup, dihentikan sementara sampai ada arahan lanjut dari Kemenkes.
“Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai penelitian yang dilakukan BPOM selesai baru kita tunggu arahan selanjutnya dari Kemenkes,” jelasnya.
Terhadap kondisi tersebut, Pelupessy berharap, agar seluruh Apotek dan Fasyankes bisa taat dan patuh terhadap edaran yang telah dikeluarkan pihaknya.
Namun sebaliknya, jika ada yang kedapatan Apotek dan Fasyankes masih melanggar, otomatis diberikan sanksi tegas.
“Kita harapkan ada kerjasama Apotek dan Fasyankes, demi kesehatan dan kebaikan kita semua. Sebab kasus gagal ginjal akut pada anak di kota Ambon hingga kini belum ada. Dan kita berdoa tidak terjadi, semua anak dan warga kota tetap sehat,” kunci Pelupessy. (MR-02)








Comment